Follow detikFinance
Rabu 01 Feb 2017, 22:44 WIB

Menteri Agraria: Aksi Spekulan Tanah Picu Lonjakan Inflasi

Yulida Medistiara - detikFinance
Menteri Agraria: Aksi Spekulan Tanah Picu Lonjakan Inflasi Foto: Istimewa
Jakarta - Inflasi pada Januari 2017 tercatat 0,97%. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberikan andil inflasi sebesar 0,26%. Salah satu komponen penyumbang inflasi adalah tarif sewa rumah sebesar 0,04% dan tarif kontrak rumah 0,01%.

Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil, mengatakan hal ini karena adanya spekulan tanah yang misalnya menginvestasikan tanah untuk dijadikan aset, tetapi tidak produktif. Hal ini membuat ketersediaan lahan kurang.

Sementara permintaan dari generasi yang membutuhkan tanah dan rumah bertambah sehingga harga tanah meningkat. Ia menyebut rata-rata inflasi tanah mencapai 18%.

"Salah satu sumbernya adalah tanah, inflasi rata-rata tanah itu sekitar 18%. Karena orang spekulasi di tanah, itu terutama setelah habis krisis, dalam tempo 10 tahun terakhir. Kita ingin orang jangan jadi spekulan, orang seharusnya taruh uang di bank supaya ada manfaatnya, tidak seperti di tanah yang manfaatnya hanya untuk dia saja. Kemudian yang kedua makin banyak orang jadi spekulan, harga tanah naik," kata Sofyan, di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (1/2/2017).

Ia mengatakan, saat ini pemerintah sedang mengontrol agar tanah yang dimiliki ini produktif dan tidak menjadi lahan nganggur. Hal itu untuk menekan harga tidak terjadi kenaikan inflasi yang tinggi.

"Tanah naik, yang muda-muda sulit beli rumah yang affordable (terjangkau) oleh sebab itu kita harus kontrol agar harga rumah lebih terjangkau, jangan sampai tanah jadi inflasi yang gila-gilaan," ujarnya.

Untuk itu, pemerintah sedang berupaya mengontrolnya dengan menerapkan pajak progresif untuk lahan nganggur. Saat ini pemerintah masih menggodoknya.

Sofyan mengatakan, dia akan mengkaji tarif pajak ini dengan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, terlebih dulu dan pada Februari nanti akan disiapkan ke DPR.

"Kita akan lihat dulu dengan Menkeu, kita sedang mempersiapkan, pertengahan Februari kita siapkan ke DPR," ujarnya. (hns/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed