RI Bercita-cita Jadi Lumbung Pangan Dunia di 2045

RI Bercita-cita Jadi Lumbung Pangan Dunia di 2045

Muhammad Idris - detikFinance
Kamis, 02 Feb 2017 06:53 WIB
RI Bercita-cita Jadi Lumbung Pangan Dunia di 2045
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memasang target, pada tahun 2045 Indonesia bisa menjadi negara lumbung pangan dunia. Rencana ini sudah disusun, dengan program swasembada 8 komoditas pangan utama, yang meliputi beras, bawang merah, cabai, jagung, kedelai, gula, daging sapi, dan bawang putih.

Kepala Biro Perencanaan Kementan, Kasdi Subagyono, mengatakan di 2016 sudah ada 3 komoditas sudah dianggap beres dan bisa dikatakan produksinya memadai, yakni padi, bawang merah, dan cabai. Sementara paling berat adalah bawang putih, yang target swasembadanya baru bisa selesai paling lambat tahun 2033.

"Jadi kami punya rencana jangka panjang di 2045, itu artinya 1 abad kita merdeka. Kami ambil momen itu dari semua sektor yang kita rancang. Jadi makanya Menteri Pertanian canangkan 2045 Indonesia sudah jadi lumbung pangan dunia," ucap Kasdi kepada detikFinance, ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (1/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Istilah lumbung pangan dunia, menurut dia, mengacu pada kemampuan Indonesia tidak hanya swasembada pangan, melainkan juga bisa memasok kebutuhan pangan untuk negara lain alias ekspor.

"Makanya kami buat step setiap tahunnya serta setiap 5 tahunnya. Kalau enggak ada target, nanti meleset," jelas Kasdi.

Kasdi menyatakan, produksi beras nasional saat ini sudah dianggap suplus. Produksi padi pada tahun lalu dicatat Kementan sebesar 79,1 juta ton, atau naik dari 2015 yang produksinya 75,4 juta ton.

"Produksi 79,1 juta ton kalau dikonversi ke beras itu bisa 48 juta ton. Sementara kebutuhan beras dalam negeri 32 juta ton, artinya ada surplus beras lebih dari 10 juta ton. Memang ada polemik data, tapi itu sudah selesai," jelas Kasdi.

Dia mencatat, untuk komditas pangan lain selain beras juga mengalami kenaikan produksi. Produksi bawang merah pada tahun 2016 sebesar 1,3 juta ton, naik dari tahun 2015 sebesar 1,2 juta ton. Kemudian jagung di 2016 sebesar 23,2 juta ton, naik dari tahun 2015 sebesar 19,6 juta ton, begitu pun cabai yang naik dari 1,9 juta ton di 2015 menjadi 2,1 juta ton di 2016.

Hanya kedelai yang produksinya turun pada tahun lalu, lantaran berkurangnya lahan dan pengaruh La Nina. Tahun 2016 produksi kedelai hanya 890.000 ton, turun dari tahun 2015 yang dicatat sebesar 960.000 ton. (idr/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads