Walaupun belum diresmikan, namun detikFinance mendapat kesempatan untuk mengunjungi galeri tersebut. Dengan ruangan yang cukup luas, diperkirakan sekitar 100 meter persegi, ada banyak benda-benda yang terpajang di galeri tersebut.
Saat pertama kali masuk, perasaan pertama kali yang muncul ialah seperti sedang berada di museum barang antik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulai dari, keramik, guci berukuran kecil maupun besar, perhiasan, timah, koin, hingga beberapa jenis batuan atau yang biasa disebut kecubung es.
Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance |
"Di sini ada berbagai macam barang-barang, hanya saja kebanyakan yang ada di Galeri BMKT kebanyakan keramik," ungkap Direktur Jasa Kelautan, Direktorat Jenderal Ruang Pengelolan Laut KKP, Riyanto Basuki kepada detikFinance, Jakarta, Selasa (31/1/2017).
Barang-barang itu sendiri merupakan benda bersejarah peninggalan dari kapal-kapal China yang karam di lautan Indonesia. Ada dari Pulau Buaya, Nusa Tenggara Timur (NTT), dari Batu Hitam, Bangka Belitung dan Cirebon.
Diperkirakan, ada sekitar 1.000 benda atau harta karun yang berada di galeri BMKT yang rata-rata berasal dari abad ke-9.
Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance |
"Tapi itu belum semua, nanti kemungkinan bakal ada lagi yang masuk lagi dari gudang. Nanti barang-barang yang masuk ke galeri BMKT dipilih yang masih bagus-bagus dan terawat," ungkap Riyanto.
Riyanto menjelaskan, benda-benda yang terpanjang di galeri BMKT ini tidak lebih dari 1% harta karun yang dimiliki pemerintah RI. Untuk saat ini, ia belum dapat memastikan berapa kira-kira nilai dari harta karun yang berada di Galeri BMKT.
"Belum bisa dipastikan nilainya, soalnya harus didata satu-persatu lebih dahulu. Tapi diperkirakan mencapai miliaran rupiah untuk yang ada di galeri BMKT saja, belum yang di gudang penyimpanan. Karena ini barang-barang tua, dari berbagai dinasti, ada dari Dinasti Tang, Dinasti Sung dan Dinasti-dinasti lainnya," kata dia.
Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance |
Rencananya, galeri BMKT tersebut akan diresmikan pada bulan pertengahan Februari ini. Setelah diresmikan, maka masyarakat bisa langsung mengunjungi tempat yang memamerkan berbagai harta karun yang dimiliki oleh pemerintah Indonesia.
"Diharapkan kira-kira pertengahan Februari sudah bisa diresmikan, entah itu oleh Presiden Joko Widodo, atau mungkin Menteri Kelautan," tutur Riyanto. (ang/ang)












































Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance