Amran mengatakan, pihaknya bakal menambah jumlah stok tersebut, yang saat ini sudah memasuki musim panen. Nantinya, tambahan tersebut berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Barat.
"Kami mendengar laporan ingin mempercepat menambah stok, karena sekarang sudah masuk panen, dari Jawa Tengah dengan Jawa Barat. Beras mau masuk tapi gudangnya full, padahal tahun lalu kosong," ungkap Amran di Kementerian Pertanian, Jakarta,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab kata dia, gudang-gudang Badan Usaha Logistik (Bulog) yang berada di Jawa Barat maupun Jawa Tengah tidak cukup lagi untuk menampung stok beras.
"Ini suatu kemajuan yang luar biasa. Setelah 9 tahun, baru pada tahun 2016 Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat mengirim beras ke Kalimantan dengan Sumatera. Kami yakin tahun 2017 akan lebih baik," kata dia.
"Gudang Bulog (Badan Usaha Logisitik) Jawa Barat dan Jawa Tengah penuh, di satu sisi sekarang musim panen. Itu menunjukan produksi kita baik. Solusinya adalah segera dipidahkan stok itu. Dulu di Januari tahun lalu kosong, sekarang sudah keluarkan ke Kalimantan dan Sumatera," sambung dia.
Sementara, untuk kapasitas gudang Bulog di Jawa Barat sekitar 1,3 juta ton. Lalu Jawa Tengah 1,3 juta ton, dan Jawa Timur 1,5 juta ton. Walau demikian, ia mengaku tidak hafal telah mengirim berapa banyak pasokan ke luar Jawa. Namun, ia hanya mengatakan sekali pengiriman bisa mencapai 100 ribu ton.
"Satu kali pengiriman bisa 50 - 100 ribu ton. Ini satu sisi Alhamdulillah, satu sisi harus gerak cepat serap beras petani. Ini tanda tanda produksi kita baik. Harga sudah jatuh di bawah HPP (Harga Pokok Penjualan)" tuturnya. (ang/ang)











































