Bulog Diminta All Out Siapkan Gudang Beras

Bulog Diminta All Out Siapkan Gudang Beras

Yulida Medistiara - detikFinance
Kamis, 02 Feb 2017 18:25 WIB
Bulog Diminta All Out Siapkan Gudang Beras
Foto: iStock
Jakarta - Gudang bulog penuh di Demak, Blora dan Grobogan. Mentan Amran Sulaiman, memerintahkan Bulog segera menyerap gabah petani pada harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 3.700/kg gabah kering petani (GKP).

Dalam rilis dari Kementan, Kamis (2/2/2017) saat ini, gudang bulog di Demak, Blora dan Grobogan penuh dan harga gabah ditingkat petani justru di bawah HPP (Rp 3.700/kg (GKP). Harga gabah tingkat petani di kabupaten tersebut saat ini mencapai Rp 3.500/kg GKP. Hal ini menunjukkan bahwa pada masa biasanya paceklik, sekarang produksi melimpah.

Kondisi tersebut di satu sisi berkah, di sisi lain harus diwaspadai sebagai menurunnya margin yang diterima petani. Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Bojonegoro, Bupati Blora dan Gubernur Jawa Tengah mengeluhkan kondisi tersebut yang berakibat panjang pada menurunnya semangat petani untuk menanam. Harga beberapa bulan lalu cukup bagus mencapai Rp 4-5 ribu/kg GKP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga GKP tingkat petani di beberapa kabupaten yang dipantau Kementan turun menjadi Rp 2.900 – 3.500/kg (GKP). Data harga GKP di 7 kabupaten per hari ini yaitu di Purworejo berkisar Rp 3.300. Di Jepara berkisar Rp 3.400, di Kendal berrkisar Rp. 3.600. Di Banjarnegara berkisar Rp 3.500, di Grobogan berkisar Rp 3.500, di Rembang berkisar Rp 3.500, dan di Tuban berkisar Rp 3.700.

Turunnya harga GKP ditingkat petani ini berpengaruh kepada harga beras di pasar induk dan eceran. Harga beras di tingkat eceran yakni di Pasar Minggu, Jakarta Selatan menurun rata-rata 10 persen/karung 50 kg. Menurut pedagang beras eceran bernama Deri, penurunan harga beras jenis medium tersebut sudah berlangsung sejak pertengahan Januari.

Di tempat yang sama, Ayong, pemilik Toko Sinar Jaya, Pasar Minggu, menuturkan, stok beras saat ini di produsen dan penggilingan banyak. Dia tidak khawatir akan kekurangan pasokan.

Mengatasi hal ini, Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Winarno Tohir menjelaskan, ketika memasuki masa panen raya pada Februari-April 2017, di beberapa kabupaten seperti di Blora, Demak dan Grobogan harga GKP sudah berada di bawah harga HPP yang telah ditetapkan sebesar Rp 3.700, yaitu berada di kisaran Rp 2.900 – Rp 3.300. Kondisi pergudangan di 3 provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur juga sudah penuh.

"Untuk itu kami meminta Bulog supaya all out menyiapkan gudang-gudang penyimpanan beras dan mengirim kelebihan stok beras ini ke provinsi yang sedang kekurangan stok beras. Sehingga harga petani tidak jatuh. Jangan sampai petani yang sudah susah payah mengurus sawahnya, harus merasakan harga yang jatuh juga," ungkap Winarno. (nwy/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads