BKPM: RI Harus Genjot Investasi Agar Ekonomi Tumbuh

BKPM: RI Harus Genjot Investasi Agar Ekonomi Tumbuh

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Jumat, 03 Feb 2017 14:47 WIB
BKPM: RI Harus Genjot Investasi Agar Ekonomi Tumbuh
Foto: Eduardo Simorangkir/detikcom
Batam - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong, mengatakan investasi menjadi satu-satunya hal yang menjadi harapan Indonesia di tengah sulitnya mengharapkan sumber pertumbuhan lainnya.

Indonesia mengandalkan 4 hal dalam memacu pertumbuhan ekonomi, yakni konsumsi, belanja negara, ekspor dan investasi. Tiga hal pertama tak mudah menjadi andalan karena situasi ekonomi global sedang tak baik.

"Konsumsi kita selama ini cukup kuat. Tapi kita tidak bisa genjot lagi. Sudah mentok. Risikonya nanti bisa over konsumtif. Lalu APBN, itu juga sudah mentok. Defisit sudah di batasnya. Makanya kemarin langsung dipangkas karena negara sudah bahaya, defisitnya bisa tidak terkendali dengan konsekuensi yang sangat parah seperti kepercayaan pasar dan kurs rupiah," ujar pria yang akrab disapa Tom ini, pada acara peluncuran layanan KLIK di Batam, Jumat (3/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lalu ekspor. Syukur sekarang perdagangan global sudah pulih lagi. Waktu saya masih menjabat Menteri Perdagangan, ekspor kita turun 14% dari tahun sebelumnya. Syukur tahun lalu sudah pulih lagi, tapi tetap sulit menggerakkan ekonomi. Artinya tinggal satu, hanya investasi yang bisa kita genjot," jelasnya.

Namun demikian, menggenjot investasi pun tak semudah teori yang dibayangkan. Kondisi global yang dalam 5 tahun terakhir penuh ketidakpastian membuat banyak negara juga berpikir keras mendatangkan dana segar.

Hal tersebut menjadi tantangan bagi Indonesia yang harus merancang berbagai terobosan agar bisa menarik investor berinvestasi di dalam negeri.

"Sekarang persaingan sengit. Semua negara sekarang berebutan. Seperti sekarang, kita tidak hanya berhadapan dengan Vietnam, yang lagi rajin menawarkan tax allowance, tax holiday dan insentif lainnya. Jadi dunia sangat dinamis, ini benar-benar balapan untuk bisa menarik investasi yang kita inginkan," tandasnya. (hns/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads