Kementan Klaim Produksi Padi Melimpah, ini Buktinya

Kementan Klaim Produksi Padi Melimpah, ini Buktinya

Niken Widya Yunita - detikFinance
Sabtu, 04 Feb 2017 13:05 WIB
Kementan Klaim Produksi Padi Melimpah, ini Buktinya
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Suatu perbaikan produksi telah terjadi akhir 2016 dan awal 2017 ini. Gudang bulog di beberapa provinsi penuh seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Akibatnya harga gabah di tingkat petani justru di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 3.700/kg gabah kering panen (GKP). Hal ini menunjukkan bahwa yang biasanya paceklik, kini produksi melimpah.

Fakta menunjukan di akhir Januari ini, harga GKP tingkat petani di beberapa kabupaten yang dipantau Kementan turun menjadi Rp 2.900 – 3.500/kg (GKP).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Biro Humas Kementan Agung Hendriadi dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/2/2017), data harga GKP di 7 kabupaten per 2 Februari 2017 yaitu di Purworejo berkisar Rp 3.300, Jepara berkisar Rp 3.400, Kendal berkisar Rp 3.600, Banjarnegara berkisar Rp 3.500, Grobogan berkisar Rp 3.500, Rembang berkisar Rp 3.500, dan di Tuban berkisar Rp 3.700.

Saat dikonfirmasi, Ketua KTNA Nasional, Winarno Tohir menjelaskan saat ini ketika memasuki masa panen raya pada bulan Februari-April, di beberapa kabupaten seperti di Blora, Demak dan Grobogan harga gabah Kering panen sudah berada di bawah harga HPP yaitu dikisaran Rp 2.900 – Rp 3.300. Bahkan pergudangan di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur penuh.

Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Nellys Sukidi mengatakan, beras saat ini melimpah dan turunnya harga GKP di tingkat petani ini berpengaruh kepada harga beras di pasar induk dan eceran. Lebih lanjut Nellys mengatakan, setiap tahun pada November, Desember dan Januari pemerintah selalu mengantisipasi keberadaan stok beras karena Februari ini masuk pada bulan paceklik. Namun menurut Nellys, hal sudah tidak berlaku lagi.

"Saya pelaku usaha selama 26 tahun bicara data realitanya memang ada surplus beras," kata Nellys.

Lebih jauh Nellys menekankan, pasokan kurang akan berdampak kenaikan harga beras. Namun melihat realitanya hingga kini tidak ada gejolak harga seperti di Cipinang yang merupakan barometer harga beras di Jakarta.

Bahkan harga beras ditingkat eceran di Pasar Minggu, Jakarta Selatan menurun yakni rata-rata 10 persen per karung yang berisi 50 kg untuk jenis medium.

Sementara itu, pemilik Toko Sinar Jaya, Pasar Minggu, Ayong mengatakan, stok beras saat ini di produsen dan penggilingan melimpah. Karena itu, masyarakat diimbau tidak khawatir akan kekurangan pasokan.

(nwy/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads