Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama LPDP Eko Prasetyo kepada detikFinance, Jakarta, Sabtu (4/2/2017).
"Jadi urutannya itu yang pertama UK, lalu Belanda, AS, keempat Australia, baru selanjutnya Jepang, dan China," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti UK itu dia menawarkan master cuma 1 tahun, kalau di Indonesia kan belum cukup kalau 1 tahun," tambahnya.
Akan tetapi, kata Eko, minat masyarakat yang sekolah di luar negeri jika dibandingkan dengan minat masyarakat yang sekolah di dalam negeri melalui beasiswa pemerintah.
"Penerima beasiswa paling banyak itu sekolah di dalam negeri, 51% persentasenya," jelasnya.
"Kalau di dalam negeri tujuannya kampus terbaik, UGM, UI, ITB menjadi pilihan paling banyak," ungkapnya.
Sejak 2013, LPDP telah memberikan beasiswa kepada 16.293 generasi muda di Indonesia, telah mencetak alumni sebesar 2.051 orang, yang terdiri dari 1.458 penerima beasiswa magister dan doktor, 593 penerima beasiswa tesis dan disertasi.
Untuk 2017 LPDP akan memberangkatkan 5.000 penerima beasiswa. Namun akumulasi dana sejak 2010-2016 sebesar Rp 20,6 triliun. Sehingga total anggaran untuk beasiswa sebesar Rp 23,1 triliun. (hns/hns)











































