Dalam acara Creativepreneur 2017, Wali Kota Surabaya ini menceritakan berbagai pengalamannya memberdayakan para ibu rumah tangga di Surabaya agar memiliki penghasilan tetap.
"Saya membuat program pahlawan ekonomi, saat itu sangat susah menggaet ibu-ibu, kadang harus ikut agar mau berlatih," kata Risma dalam acara Creativepreneur 2017 di Jakarta, Sabtu (4/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang di Surabaya ada kampung kue, pegawainya 250 orang," tambahnya.
Berkat kegigihannya meningkatkan perekonomian Surabaya, akhirnya kota yang dipimpinnya itu keluar dari zona kemiskinan.
"Saya mulai jadi wali kota 2010, saya punya data tingkat kemiskinan 21%, saat ini tidak sampai 1%," ungkapnya.
Melalui program pahlawan ekonomi, Risma juga ingin masyarakat di Surabaya memiliki penghasilan yang tetap dan mampu membiayai kehidupannya sehari-hari. Menurut Risma, Pemkot Surabaya memberikan bekal usaha dan keterampilan bagi seluruh warganya.
Risma menambahkan, mayoritas warga Surabaya merupakan pengusaha mikro, dan 92% bergerak di sektor kecil menengah.
"Tidak boleh di Surabaya ada pengemis. Sesulit apapun kita harus bekerja, saya bersyukur banyak anak tukang becak yang dulu susah sekolah, sekarang sudah kuliah dikasih beasiswa dan lulus di Malaysia," kata dia.
"Angka kemiskinan turun sedemikian drastis. Salah satunya karena ini, pejuang muda, saya bantu startup, untuk anak muda Surabaya, jadi saya buka peluang sebanyak mungkin saya buka peluang apapun asal halal," pungkas Risma. (hns/hns)











































