Salah satu penyebabnya adalah kenaikan harga komoditas Internasional. Sehingga meskipun, volume ekspor pertambangan masih stagnan, namun secara nilai sudah lebih baik. Ini membuat industri pertambangan kembali bergairah.
"2015 negatif tapi tahun ini pertambangan positif 1,06%," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto, di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (6/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengadaan listrik dan gas bisa tumbuh 5,39%, konstruksi 5,22% dan jasa kesehatan dan kegiatan sosial 5%. Sektor lainnya, seperti pertanian, perdagangan, administrasi pemerintah, jasa pendidikan dan pengadaan air tumbuh 3-4%.
"Sektor perdagangan meningkat sejalan peningkatan produksi domestik, transportasi pergudangan meningkat karena pertambahan armada dan rute," jelasnya.
(mkj/mkj)











































