Bagi penumpang muslim, seringkali penerbangan internasional menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Khususnya perihal makanan yang disajikan, apakah halal atau tidak?
SilkAir, anak usaha Singapore Airlines, menaruh perhatian besar pada urusan makanan halal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inflight Sevice Manager Silk Air Nicole Lew YunNing. Foto: Dana Aditiasari/detikFinance |
Di dapurnya, SilkAir juga mempekerjakan koki muslim. Tujuannya juga untuk memastikan makanan yang disajikan dimasak dengan cara yang halal termasuk penggunaan peralatannya.
"Kami menyesuaikan dengan lidah orang Asia. Kami juga punya koki khusus halal. Untuk memeberikan pelayanan kepada penumpang kami yang muslim, sambung dia.
SilkAir, Nicole, menyediakan lebih dari 50 menu dari seluruh dunia yang disesuaikan dengan karakteristik parak penumpang.
Namun tidak seluruhnya disajikan dalam sekali penerbangan. "Kami menyajikan sekitar 8 menu yang diganti setiap minggunya," ia menambahkan.
Salah satu menu SilkAir. Foto: Dana Aditiasari/detikFinance |
Untuk urusan rasa, maskapai yang telah beroperasi di Indonesia sejak 1975 dengan nama Tradewinds itu, menyediakan menu makanan yang siap menggoyang lidah para penumpang.
Seluruh makanan yang disajikan, mewakili sejumlah makanan khas negara-negara yang menjadi tujuan penerbangan SilkAir.
"Kami mengkategorikannya sesuai dengan negara atau regional. Setelah itu kami menyesuaikan dengan penumpang yang ada di penerbangan. Kami memiliki chef yang sangat berpengalaman, masing-masing mereka melakukan persentasi dan mengetahui imbal respon balik dari seluruh awak kabin kami, untuk memastikan makanan yang disediakan sesuai dengan harapan penumpang," tandas dia.
Salah satu menu SilkAir. Foto: Dana Aditiasari/detikFinance |
Makanan yang disediakan SilkAir diolah dan dimasak di Inflight Catering Centre 2 di komplek Bandara Changi, Singapura. Penumpang dapat memesan menu makanan secara online dalam jangka waktu 24 jam sebelum penerbangan.
SilkAir mengoperasikan pesawat-pesawat narrow body atau berbadan sedang dengan rute perjalanan terjauh mencapai 7 jam yakni Singapura-Cairns (Australia). SilkAir mengoperasikan lebih dari 350 penerbangan setiap minggunya yang melayani sekitar 52 rute penerbangan di 14 negara. (dna/ang)












































Inflight Sevice Manager Silk Air Nicole Lew YunNing. Foto: Dana Aditiasari/detikFinance
Salah satu menu SilkAir. Foto: Dana Aditiasari/detikFinance
Salah satu menu SilkAir. Foto: Dana Aditiasari/detikFinance