Bangun MRT Sampai Kereta Cepat, Jokowi Ingin Alih Teknologi

Bangun MRT Sampai Kereta Cepat, Jokowi Ingin Alih Teknologi

Danu Damarjati - detikFinance
Senin, 06 Feb 2017 16:04 WIB
Bangun MRT Sampai Kereta Cepat, Jokowi Ingin Alih Teknologi
Foto: Danu Damarjati
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, proyek transportasi seperti Light Rail Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT), dan kereta cepat akan jadi pembelajaran bagi Indonesia. Teknologi angkutan massal semacam itu adalah hal baru bagi Indonesia.

"Kita harapkan dari pembangunan LRT, MRT, maupun kereta cepat bisa kita pakai sebagai sebuah pembelajaran, alih teknologi, sehingga bisa bermanfaat untuk langkah-langkah kita ke depan," kata Jokowi di Kantor Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (6/2/2017).

Jokowi berbicara dalam rapat terbatas tentang perkembangan pembangunan LRT di Jakarta dan Palembang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadir dalam rapat ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, dan Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

"Mengapa ini terus kita rapatkan? Karena setiap pembangunan infrastruktur harus kita cek terus, kita cek, dan kita cek lagi," kata Jokowi.

Jokowi ingin semua jajaran yang berkepentingan tahu permasalahan di lapangan, bisa meliputi pembebasan lahan, pembiayaan, problem tata ruang, ataupun soal infrastruktur pendukung. Dengan demikian, jalan keluarnya bisa dicari.

"Pekerjaan ini bersifat lintas kementerian dan daerah. Perlu sinergi solid antara pemerintah pusat dan daerah," kata Jokowi.

Jokowi ingin agar proyek LRT bisa rampung dan digunakan untuk Asian Games 2018. Atau paling tidak, proyek ini bisa selesai total pada 2019.

"Melalui ratas (rapat terbatas) ini saya ingin pastikan pembangunan yang kita lakukan untuk LRT bisa selesai tepat waktu, yaitu tahun 2018. Atau maju sedikit masuk ke 2019," kata Jokowi. (dnu/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads