Follow detikFinance
Senin 06 Feb 2017, 22:16 WIB

Ini Daftar Jalan Nasional Rusak di Jabar dan Jateng

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Ini Daftar Jalan Nasional Rusak di Jabar dan Jateng Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat sejumlah ruas jalan nasional yang rusak parah. Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga, Arie Setiadi Moerwanto, mengungkapkan,sejumlah ruas jalan yang mengalami rusak parah, antara lain di wilayah Jawa Tengah (Jateng), yakni di lintas penghubung Pejagan - Prupuk - Wangon.

Ada pun laporan kerusakan yang terjadi di wilayah penghubung tersebut antara lain, Pejagan - Simpang tiga Tol Kanci di kilometer sepanjang 2,5 km. Lalu Simpang tiga Tol Pejagan Kanci-Ketanggungan-Batas Kabupaten Brebes/Kabupaten Tegal sepanjang 26,90 km. Batas Kab.Tegal/Kab.Brebes-Prupuk sepanjang 6,650 km.

Kemudian, Prupuk - Batas Kabupaten Banyumas sepanjang 35,06 km, lalu lingkar Bumiayu sepanjang 5,60 km. Batas Kabupaten Banyumas - Ajibarang sepanjang 10,25 km, dan ruas di Ajibarang - Wangon sepanjang 12,97 km.

"Total panjang ruas di wilayah penghubung tersebut 99,93 km" ungkap Arie di Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (6/2/2017).

Selain itu, di wilayah Jawa Tengah yang juga mendapat laporan kerusakan jalan ialah lintas selatan Wangon - Buntu - Kebumen - Purworejo - Karangnongko (Batas Yogyakarta), dengan total sepanjang 138,29 km.

Sementara di wilayah Jawa Barat (Jabar), ada 9 ruas jalan nasional yang rusak. Sepanjang jalan Pamanukan - Lohbener - Palimanan, dengan total sepanjang 102,23 km. Jalan tersebut meliputi Jalan H Syahbana sepanjang 0,47 km. Batas Kota Pamanukan - Sewo 11,13 km. Jatibarang - Langut 8,15 km, lalu Sewo - Lohbener sepanjang 42,51 km.

Selain itu, Lohbener-Jatibarang 7,91 km. Bypass Jatibarang 2,95 km. Kemudian Jatibarang - Batas Kab. Cirebon/Indramayu 11,85 km. Batas Kab Indramayu/Cirebon (Cadang Pinggan) 16,17 km, serta Jalan Raya Palimanan 2 sepanjang 1,09 km.

Arie mengatakan, penanganan cepat di sejumlah ruas jalan tersebut yang kini tengah dilakukan. Laporan dari masyarakat hingga kepala daerah telah disampaikan ke Kementerian PUPR agar segera menangani jalan rusak tersebut.

"Kami menyadari kondisi jalan strategis nasional dalam kondisi rusak parah. Kami mendapat masukan dari masyarakat hingga kepala daerah, berbagai pihak. Secara garis besar itu yang kami sampaikan, intinya adalah ini bagi kami adalah kondisi darurat. Penangannya juga dalam londisi darurat. Akan ada kegiatan (perbaikan) masif di lapangan," tutur Arie. (hns/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed