Perbaiki Jalan Nasional, Pemerintah Rogoh Rp 19,67 T

Perbaiki Jalan Nasional, Pemerintah Rogoh Rp 19,67 T

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Senin, 06 Feb 2017 23:23 WIB
Perbaiki Jalan Nasional, Pemerintah Rogoh Rp 19,67 T
Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memperbaiki sejumlah ruas jalan nasional yang rusak. Agar rencana ini berjalan, telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 19,67 triliun di Direktorat Jenderal Bina Marga.

"Anggaran untuk perbaikan jalan nasional ini, ada sekitar Rp 19,67 triliun atau 47,54% dari dana yang diberikan tanggungjawab, untuk dikelola Direktorat Jendral Bina Marga," ujar Dirjen Bina Marga, Arie Setiadi Moerwanto di Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (6/2/2017).

Arie mengatakan, jika alokasi anggaran itu tidak cukup, maka pengerjaan proyek-proyek lain yang tidak mendesak akan ditunda. Ini karena perbaikan jalan nasional rusak merupakan prioritas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ini (dananya) tidak mencukupi, kita bisa menunda kegiatan-kegiatan yang belum mendesak, artinya yang bisa ditunda dulu supaya jalan kita bagus," tutur Arie.

Arie menambahkan, pencegahan jalan nasional rusak akan dilakukan lewat beberapa upaya.

"Yang pertama ialah terkait pengendalian air, karena berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan pada tahun ini dinilai lebih ekstrim dan bakal berlangsung hingga Maret mendatang," kata dia di Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (6/2/2017).

Kedua, kendaraan dengan beban berlebih menyebabkan kerusakan secara eksponensial. Ketiga, di beberapa ruas terdapat peningkatan volume lalu lintas semakin tinggi. Sementara penyebab keempat, kata Arie, adanya perubahan tata guna lahan di beberapa ruas jalan nasional.

Sementara itu, Direktur Preservasi Jalan Ditjen Bina Marga, Poltak Sibuea menjelaskan ada 4 aspek perbaikan jalan yang bakal dilakukan secara cepat.

"Pertama perkerasan jalannya. Lalu yang kedua bahu jalannya juga diperbaiki, terutama lajur yang masih sempit, sehingga diperlukan lebar dan kekuaran bahu sebagai penyangga, kalau nanti kendaraan keluar dari perkerasan," kata dia.

Kemudian yang ketiga, terkait masalah drainase. Sebab, kata dia, apabila drainase tidak sempurna bisa menjadi penyebab utama kerusakan jalan itu sendiri.

"Karena musuhnya jalan itu adalah air, dan air itu bukan hanya dari permukaan hujan turun, tapi yang lebih berbahaya adalah air yang menggenang yang memperlemah struktur jalan. Untuk daerah-daerah tertentu, saluran ini harus di perkeras dengan membuat pasangan batu, bentuk cetakan," kata dia.

Kemudian, yang keempat adalah kelengkapan dari jalan, ini adalah keselamatan lalu lintas, seperti marka jalan, dan lain-lain. Ia pun mengatakan, pihaknya akan fokus untuk menangani jalan-jalan yang biasa gunakan untuk mudik lebaran.

"Jalur lebaran yang jadi idola masyarakat, seperti Pantura, lintas tengah kalau Jawa. Itu kan yang jadi idola arus mudik, itu yang jadi prioritas jangan sampai lewat lebaran, supaya masyarakat bisa nyaman waktu mudik. Tapi target kita untuk penanganan darurat ini secepatnya dilakukan dan diselesaikan," tuturnya. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads