Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 07 Feb 2017 14:36 WIB

Bagaimana Ekonomi Jakarta 2016?

Maikel Jefriando - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Jakarta selama 2016 mencapai 5,85%. Bila dibandingkan dengan realisasi pada 2015, maka terlihat tidak banyak perubahan. Ekonomi Jakarta di 2015 tumbuh 5,89%.

Demikianlah siaran pers dari Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta yang diterima detikFinance, Selasa (7/2/2017).

Pendorong utama ekonomi ibu kota adalah konsumsi rumah tangga, yang tetap naik sejalan dengan terjaganya daya beli masyarakat yang ditopang oleh terkendalinya inflasi DKI Jakarta tahun 2016. Di samping itu, ada dorongan dari daerah penghasil sumber daya alam juga turut menopang pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta, dengan net perdagangan antar daerah yang meningkat cukup tinggi.

Konsumsi Lembaga Non-Publik yang melayani Rumah Tangga (LNPRT), juga sejalan dengan berlangsungnya serangkaian kegiatan terkait dengan Pemilihan Kepala Daerah.

Pertumbuhan ekonomi tidak mampu tumbuh lebih tinggi dari tahun 2015 karena adanya pelemahan belanja pemerintah pada tahun 2016. Penghematan anggaran di tingkat pemerintah pusat untuk mengurangi defisit APBN, berdampak pada kontraksi pertumbuhan konsumsi pemerintah di DKI Jakarta pada akhir tahun.

Hal ini berdampak pada melemahnya pertumbuhan PDRB pada triwulan IV-2016 (5,51%; yoy) dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencapai 6,10% (yoy). Penghematan anggaran juga berimplikasi pada penundaan pemberian Dana Bagi Hasil (DBH) kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berimplikasi pada tertundanya beberapa proyek di Jakarta sehingga menyebabkan investasi bangunan di Jakarta tumbuh melambat.

Dari sisi lapangan usaha, membaiknya konsumsi di ibu kota turut mendorong peningkatan pertumbuhan sektor perdagangan, informasi dan telekomunikasi, transportasi dan pergudangan, serta jasa perusahaan. Sementara, sektor industri pengolahan pada tahun 2016 tumbuh melemah, sejalan dengan kinerja ekspor DKI Jakarta yang masih mengalami pertumbuhan negatif.

BI memperkirakan perbaikan dan pertumbuhan ekonomi akan terus berlanjut pada tahun ini. Pertumbuhan ekonomi masih akan didukung oleh konsumsi rumah tangga dan investasi pemerintah melalui kelanjutan pembangunan berbagai proyek infrastruktur strategis dan proyek infrastruktur pendukung untuk penyelenggaraan Asian Games tahun 2018.

Namun demikian, perlu diwaspadai adanya risiko harga minyak dunia yang mulai merangkak naik, yang berdampak pada kenaikan harga BBM dan komoditas energi lainnya di Indonesia, yang berpotensi menahan pertumbuhan konsumsi rumah tangga.

Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta akan terus memonitor berbagai perkembangan baik di tingkat regional, nasional, maupun eksternal, sekaligus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta. (mkj/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed