Proyek LRT Jabodebek sudah dikerjakan dan ditalangi oleh PT Adhi Karya Tbk, namun BUMN konstruksi ini butuh suntikan dana untuk meneruskan proyek. LRT ini harus dibiayai oleh APBN, namun APBN tidak sanggup. Pemerintah saat ini masih membahas skema pembiayaannya.
Pembiayaan lewat APBN ditetapkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 65 Tahun 2016, tentang perubahan atas Perpres Nomor 98 Tahun 2015 Tentang Percepatan Penyelenggara Kereta Api Ringan/Light Rail Transit Terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti akan ada penyesuaian Perpresnya (Peraturan Presiden) untuk itu," ungkap Sugihardjo, di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (7/2/2017).
Walau demikian, ia mengatakan jika target penyelesaian dari proyek kereta ringan tersebut dapat terlaksana sesuai dengan target yang ditentukan.
"Target penyelesaian enggak boleh meleset. Apa yang dicanangkan bisa terlaksana. Jadi LRT Jabodebek awal 2019 sudah operasi. LRT Palembang Juni 2018," tuturnya.
Pembangunan LRT dibagi menjadi dua tahap dengan masing-masing tahapan terdiri dari tiga lintas pelayanan, yakni tahap pertama meliputi lintas layanan Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, Cawang-Dukuh Atas. Adapun tahap dua lintas pelayanan Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol. (wdl/wdl)










































