Lantas kapan jalan layang ini bisa digunakan untuk Trans Jakarta beroperasi? Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), Suradi, mengatakan jalan layang ini rencananya akan dibuka pada akhir Februari 2017, seiring dengan rampungnya pengerjaan paket yang lain.
Pengoperasiannya sendiri menunggu seksi lainnya rampung, lantaran busway tak bisa beroperasi jika seksi lainnya belum rampung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapan dibuka?
"Akhir Februari. Seharusnya (tunggu) selesai yang lain," tambahnya.
Proyek ini telah dimulai pengerjaannya sejak Maret 2015 lalu. Pembangunan Jalan Layang sepanjang 9,3 kilometer (km) tersebut menghabiskan dana Rp 2,5 Triliun. Sedangkan khusus untuk paket Seskoal menelan dana Rp 351 miliar. Pemilik proyek ini adalah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Jalan layang non tol yang khusus untuk Trans Jakarta ini terbagi dua arah dengan ketinggian bervariasi, antara 18 hingga 23 meter, sesuai dengan letak dan tata ruang kondisi ruas jalan di bawahnya. Jalan layang akan dilengkapi dengan 12 halte Transjakarta.
Masing-masing paket akan dilengkapi satu-dua halte yang dikerjakan oleh para kontraktor. Adapun kontraktor paket Tendean akan mengerjakan halte Trans TV, kontraktor paket Santa akan mengerjakan halte Rawa Barat, kontraktor paket Taman Puring akan mengerjakan halte Stasiun MRT, dan kontraktor paket Trunojoyo akan mengerjakan halte Tirtayasa.
Sementara untuk pengerjaan dua halte ada di paket Kebayoran Lama (halte Kebayoran Baru dan Taman Puring), paket Seskoal (halte Seskoal dan Carrefour), paket Kostrad (halte Swadarma dan Cipulir), dan paket Adam Malik (halte Kampus Budi Luhur dan JORR W2). (wdl/wdl)











































