Saat ini, proyek tersebut sudah berjalan dan ditalangi oleh kontraktornya yaitu PT Adhi Karya Tbk. Dana Rp 2 triliun sudah digelontorkan Adhi Karya, untuk membangun 500 tiang proyek ini. Skema pembiayaan proyek belum jelas, bahkan kontrak kerjanya belum ditandatangani.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, mengatakan pemerintah telah memiliki beberapa skema pembiayaan pada proyek LRT Jabodebek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: https://finance.detik.com/ekonomi-bisnis/3416415/awal-mula-adhi-karya-dapat-proyek-lrt-jabodebek
Pembiayaan lewat APBN sebenarnya telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 65 Tahun 2016 tentang perubahan atas Perpres Nomor 98 Tahun 2015 Tentang Percepatan Penyelenggara Kereta Api Ringan/Light Rail Transit Terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi. Namun dalam perjalanannya, APBN dianggap tidak mampu membiayai.
Baca juga: https://finance.detik.com/ekonomi-bisnis/3416466/500-tiang-proyek-lrt-jabodebek-sudah-terbangun
Oleh karena itu, Rini menegaskan, pemerintah akan mencari beberapa upaya skema pembiayaan bagi kontraktor Adhi Karya. Seperti upaya penerbitan sukuk yang nantinya akan dijadikan sebagai modal kerja.
"Instrumennya kami harapkan jaminan pemerintah sehingga bunganya lebih rendah. Nanti kita selesaikan dua hari lagi tahu," jelasnya.
Baca juga: https://finance.detik.com/ekonomi-bisnis/3416551/ini-rute-lrt-jabodebek-yang-ditargetkan-selesai-akhir-2018 (wdl/wdl)











































