Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, tahun ini pemerintah tengah berusaha mendapatkan pertumbuhan ekonomi di level 5,2% - 5,6% untuk dapat mencapai target 6% di 2018 nanti.
"Sehingga, kita bisa bergerak ke angka 6% di tahun depan itu masuk akal. Pertumbuhan ekonomi kita masih bisa dilalui bahwa selain tidak terseret oleh perlambatan dunia, kualiatasnya juga membaik," ungkap Darmin dalam seminar di Auditorium CSIS Gedung Pakarti Centre, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (8/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang ini kita sudah bisa lebih punya aturan yang lebih rinci mengenai investasi swasta di infrastruktur bagaimana. Itu membuka kesempatan lebih jauh untuk investasi. Yang kedua, paket-paket itu terus kita lakukan dan terus kita perbaiki agar efisiensi kita membaik sehingga investor tertarik," kata dia.
Lebih lanjut, ia juga mengatakan, untuk dapat menaikan investasi pemerintah bakal mencari pangsa pasar global yang berbeda dari biasanya. Seperti negara-negara di wilayah timur tengah.
"Kita memang sudah mencoba mencari market baru. Namun kalau kita bicara market selalu saja Amerika Serikat (AS), China, Jepang. malah India kita lupakan. Surplus 2015 hampir US$ 6 miliar ke India. Lalu Pakistan, Iran, Timur Tengah, Nigeria mestinya menjadi market baru," kata dia.
Ia mengatakan, walaupun kondisi pasar global belum dapat mengembalikan sektor industrialisasi yang sempat melambat, namun ia optimis jika investasi bakal terus mengalami perbaikan.
"Nuansa investasi mulai membaik. Sehingga perbaikan pertumbuhan industri barangkali akan terjadi dalam 1-2 tahun ke depan," tutup Darmin. (mca/mca)











































