Darmin: Target Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2018 Masuk Akal

Darmin: Target Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2018 Masuk Akal

Fadhly F Rachman - detikFinance
Rabu, 08 Feb 2017 12:57 WIB
Darmin: Target Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2018 Masuk Akal
Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mematok pertumbuhan ekonomi di tahun 2018 berada di kisaran yang cukup tinggi, yakni sekitar 6%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, tahun ini pemerintah tengah berusaha mendapatkan pertumbuhan ekonomi di level 5,2% - 5,6% untuk dapat mencapai target 6% di 2018 nanti.

"Sehingga, kita bisa bergerak ke angka 6% di tahun depan itu masuk akal. Pertumbuhan ekonomi kita masih bisa dilalui bahwa selain tidak terseret oleh perlambatan dunia, kualiatasnya juga membaik," ungkap Darmin dalam seminar di Auditorium CSIS Gedung Pakarti Centre, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (8/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara, dengan capaian investasi pada 4,48% di tahun 2016, Darmin mengatakan pemerintah perlu memiliki suatu penawaran baru untuk dapat menarik minat para investor dan menaikan nilai investasi dalam negeri.

"Sekarang ini kita sudah bisa lebih punya aturan yang lebih rinci mengenai investasi swasta di infrastruktur bagaimana. Itu membuka kesempatan lebih jauh untuk investasi. Yang kedua, paket-paket itu terus kita lakukan dan terus kita perbaiki agar efisiensi kita membaik sehingga investor tertarik," kata dia.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan, untuk dapat menaikan investasi pemerintah bakal mencari pangsa pasar global yang berbeda dari biasanya. Seperti negara-negara di wilayah timur tengah.

"Kita memang sudah mencoba mencari market baru. Namun kalau kita bicara market selalu saja Amerika Serikat (AS), China, Jepang. malah India kita lupakan. Surplus 2015 hampir US$ 6 miliar ke India. Lalu Pakistan, Iran, Timur Tengah, Nigeria mestinya menjadi market baru," kata dia.

Ia mengatakan, walaupun kondisi pasar global belum dapat mengembalikan sektor industrialisasi yang sempat melambat, namun ia optimis jika investasi bakal terus mengalami perbaikan.

"Nuansa investasi mulai membaik. Sehingga perbaikan pertumbuhan industri barangkali akan terjadi dalam 1-2 tahun ke depan," tutup Darmin. (mca/mca)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads