Hadir dalam acara ini Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Suprasetyo dan sejumlah direksi dari operator pengelola bandara, Angkasa Pura I dan II, dan beberapa maskapai penerbangan.
Dalam arahannya Suprasetyo menekankan arahan kepada para stakeholder agar terus melakukan sinergi antara regulator dan operator, sehingga terjalin komunikasi yang baik dan tidak terjadi hambatan pelaksanaan dalam memberikan pelayanan jasa penerbangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain memberikan arahan terhadap program pelayanan keamanan bandara kepada para operator, Suprasetyo juga mengingatkan kepada para maskapai penerbangan untuk menyelaraskan program konektivitas yang telah dibangun pemerintah, terutama dalam mendukung program pariwisata yang digagas sebagai alternatif sumber penggerak ekonomi Indonesia yang baru.
"Harapan kita sekarang yang utama adalah devisanya dari pariwisata karena minyak dan batu bara turun. Oleh karena itu, kita harus selaras dengan program Kementerian Pariwisata, kita dukung program-programnya," tutur dia.
Maskapai-maskapai penerbangan diminta membuka rute ke daerah-daerah yang baru dikembangkan sebagai destinasi pariwisata.
"Dari 10 destinasi wisata itu sudah kita sediakan infrastrukturnya, khususnya bandara. Ini mohon dukungannya. Setelah bangun bandara jangan didiamkan. Pemerintah sudah investasi untuk dukung pariwisata, tapi saya mohon jangan hanya memilih rute yang gemuk. Nanti kalau mengajukan rute yang gemuk, saya akan dampingi dengan rute yang masih tidak gemuk. Supaya rute itu nantinya juga akan jadi gemuk," pungkasnya. (mca/mca)










































