Follow detikFinance
Jumat 10 Feb 2017, 07:08 WIB

Kapan Kereta Kencang JKT-SBY Digarap?

Hendra Kusuma - detikFinance
Kapan Kereta Kencang JKT-SBY Digarap? Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, serta PT Kereta Api Indonesia (KAI), telah merampungkan kajian awal studi kelayakan atau pra feasibility study proyek kereta kencang Jakarta-Surabaya.

Kapan proyek ini bakal memasuki tahap konstruksi?

Direktur Pusat Teknologi Sistem dan Prasarana Transportasi BPPT, Rizqon Fajar, mengatakan proyek kereta kencang Jakarta-Surabaya baru bisa dimulai pengerjaan fisiknya usai dirampungkannya feasibility study (FS).

"Kita tunggu keputusan lanjut, yaitu apakah akan dilakukan FS untuk mendetilkan kelaikannya," kata dia saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Jumat (10/2/2017).

Hasil kajian awal yang dilakukan pemerintah dipastikan lebih murah, dibandingkan biaya yang diajukan oleh Jepang untuk proyek kereta kencang Jakarta-Surabaya. Dalam kajian versi pemerintah disebut biayanya hanya mencapai Rp 22 triliun sampai Rp 23 triliun, sedangkan versi Jepang ditaksir US$ 3 miliar atau Rp 39 triliun.

Saat ini, kajian awal telah dibahas oleh kementerian yang dipimpin langsung oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan juga telah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Telah sampainya kajian awal proyek kereta kencang Jakarta-Surabaya di meja Presiden Jokowi, maka tahap selanjutnya adalah menunggu keputusan untuk melakukan FS. Di mana FS ini akan disusun lebih detil, mulai dari ruang lingkup pembangunan, total biaya investasi, kelaikan pembangunan, pemanfaatan proyek, hingga skenario pembiayaan proyek, apakah 100% pakai APBN, atau dilakukan kerja sama BUMN dengan swasta, atau menggunakan pinjaman luar negeri.

Rizqon menuturkan, jika kajian awal diputuskan oleh Presiden Jokowi untuk ditindaklanjuti masuk pada proses pengerjaan FS, maka pemerintah masih membutuhkan waktu 6 bulan lagi sebelum benar-benar memasuki tahap pengerjaan fisik.

Sebab, kata Rizqon, sesuai informasi Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Prasetyo Boeditjahjono, pengerjaan FS dilakukan selama 6 bulan usai disepakatinya kajian awal atau pra FS versi pemerintah.

"Jadi tinggal diputuskan oleh pemerintah untuk dibangun, kapan dan skema pembiayaan yang dipilih," tambahnya.

Jika sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan pemerintah, maka proyek kereta kencang Jakarta-Surabaya dengan kecepatan 160 kilometer (km) per jam dapat dimulau konstruksinya pada tahun ini. Dengan catatan, pemerintah cepat memutuskan untuk menindaklanjuti usai FS dirampungkan.

Karena, kata Rizqon, usai FS disepakati untuk ditindaklanjuti, maka tahapan selanjutnya adalah membuka tender proyek kereta kencang Jakarta-Surabaya. Pada saat tender juga akan ditetapkan siapa kontraktor yang akan menggarap.

"Jadi tergantung pemerintah mau eksekusi cepat atau enggak, kalau enggak ada biaya ya bisa mundur dan sebagainya," ujar Rizqon.

Untuk kontraktornya sendiri, Rizqon mengungkapkan, pemerintah akan melakukan tender terbuka, meskipun sampai saat ini Jepang selalu digadang-gadang sebagai kontraktor proyek kereta kencang Jakarta-Surabaya.

"Kan harus bidding (penawaran tender), bisa saja Jepang yang menang. Jepang memang calon, tapi harus melalui mekanisme," jelasnya. (wdl/wdl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed