Harga cabai yang tinggi membuat pengusaha kuliner di ibu kota, misalnya warteg, jadi kesulitan membeli cabai dibanding sebelum musim penghujan. Saat ini harga cabai yang naik tinggi adalah cabai rawit merah, yang harganya hingga Rp 160.000/kg.
"You jangan cuma memikirkan warteg. Pikirkan juga petani," kata Darmin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jumat (10/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: https://finance.detik.com/ekonomi-bisnis/3418246/cabai-mahal-padahal-barangnya-ada-kementan-ini-aneh
"Lebih kasihan lagi petaninya kalau you bikin harganya turun pada situasi begini. Karena produksi dia rusak," kata Darmin.
Menurut Darmin, kenaikan harga cabai pada musim penghujan adalah hal yang lumrah. Ini bukan hanya fenomena ekonomi nasional, melainkan seluruh dunia juga mengalaminya.
Baca juga: https://finance.detik.com/ekonomi-bisnis/3417039/kementan-kembangkan-cabai-tahan-hujan-dan-bisa-produksi-2-tahun
"Menanam cabai di musim hujan, apalagi ada hama, itu nggak bisa diapa-apain," kata Darmin. "Semua negara begitu. You cek negara-negara lain, harga cabainya stabil nggak? Nggak ada yang stabil," kata Darmin. (dnu/wdl)











































