Jaga Inflasi 2017, Pemerintah Harus Hati-hati Tetapkan Harga BBM

Jaga Inflasi 2017, Pemerintah Harus Hati-hati Tetapkan Harga BBM

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Jumat, 10 Feb 2017 16:38 WIB
Jaga Inflasi 2017, Pemerintah Harus Hati-hati Tetapkan Harga BBM
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) yang tergabung ke dalam Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi (TPI) memiliki tugas yang cukup berat tahun ini. Adanya kenaikan tarif STNK dan pencabutan subsidi sebagian pelanggan 900 VA di awal tahun membuat inflasi Januari 0,97%.

Untuk itu, sejak awal tahun pemerintah dan BI rutin menggelar rapat koordinasi TPI. Sehingga target inflasi di ksiaran 3-5% tidak meleset.

Untuk menjaga sasaran inflasi, jika ada harga yang perlu disesuaikan pemerintah akan dilakukan saat inflasi pada posisi yang rendah. Sehingga besaran inflasi bulanan masih tetap terjaga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sepakat kalau ada penyesuaian harga Elpiji dan BBM akan diatur supaya waktunya dilakukan pada saat inflasi lagi rendah. Misalnya April-Mei panen inflasi rendah dan mungkin bisa dilakukan aktivitas efektif administered price," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Kompleks BI, Jakarta Pusat, Jumat (10/2/2017).

Harga BBM jenis premium dan solar sudah diputuskan untuk tidak naik sampai dengan Maret 2017. Selanjutnya pemerintah melalui Kementerian ESDM beserta PT Pertamina persero akan mengkaji kembali harga untuk periode selanjutnya.

Selain itu, ketersediaan bahan pangan pokok juga harus terjamin seperti beras pra sejahtera untuk masyarakat kurang mampu. Distribusi pangan lainnya seperti daging sapi dan ayam menjelang Lebaran juga terus dipantau, sehingga tidak menimbulkan inflasi yang tinggi.

"Misalnya menjaga agar program rastra terus berlanjut. Kita diskusikan kalau hari raya keagamaan harga daging melonjak, distribusi berjalan dengan baik," ujar Agus. (mkj/mkj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads