Ia mengatakan dengan terbangunnya terminal multipurose tahap I di 2017 ini nanti akan memiliki kapasitas sebesar 500.000 TEus. Ia menyebut dengan kapasitas ini bisa menjadi hub internasional.
"Kuala tanjung itu pembangunannya bertahap. 2017 selesai tahap satu multipurpose bisa dilaksanakan jadi hub internasional. Ya pokoknya apa kondisi yang sudah ada itu dulu yang dilakukan," kata Tengku Erry, di kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat (10/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, Kuala Tanjung akan dikembangkan menjadi empat tahap dengan potensi kapasitas mencapai 20 juta TEUs secara bertahap hingga 2023. Jumlah tersebut lebih besar daripada Pelabuhan Tanjung Priok yang saat ini kapasitasnya baru sekitar 8 juta TEUs.
"Jadi yang kondisinya hari ini cuma 500.000 TEUs dari potensinya 20 juta TEUs. Kalau Tanjung Priok itu hanya 8 juta TEUs, nanti Kuala Tanjung akan dijadikan kawasan industri ASEAN itu," ujar Tengku Erry.
Baca juga: Pengembangan Tahap I Pelabuhan Kuala Tanjung Capai 70%.
Ia mengatakan, pada rapat di Kemenko Maritim beberapa waktu kalu diputuskan Priok menjadi hub sementara hingga pembangunan Kuala Tanjung selesai. Menurutnya penetapan Kuala Tanjung sebagai hub internasional telah sesuai Peraturan Presiden (Perpres) No.32 Tahun 2011 Tentang MP3EI Tahun 2011β2015.
Perpres tersebut menurutnya lebih tinggi daripada Keputusan Menteri Perhubungan No.901/2016 Tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN) yang menyatakan Priok sebagai hub internasional.
"Perpres itu lebih tinggi daripada SK Menhub sehingga tidak bisa dibatalkan. Maksudnya itu sementara karena belum selesai pembangunanya maka dialihkan ke Tanjung Priok bukan dihapuskan," ujarnya. (hns/hns)











































