Walau ditargetkan selesai pada akhir Februari, Kepala Bidang Simpang dan Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga, Heru Suwondo mengatakan, bahwa jalur layang busway tersebut baru bisa difungsikan dan diresmikan pada pertengahan Juni 2017.
"Rencana akan diresmikan sekitar bulan Juni tanggal 22, sekaligus pengoperasian Bus TransJakarta," ungkap dia kepada detikFinance, Jakarta, Jumat (10/2/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelum dioperasikan oleh bus TransJakarta, akan dilakukan uji coba dan latihan terlebih dahulu oleh Bus TransJakarta, kurang lebih 2-3 bulan," kata dia.
Proyek yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini sendiri memakan biaya sebesar Rp 2,3 triliun. Jalur busway melayang sepanjang 9,3 kilometer ini merupakan yang terpanjang di Jakarta.
Jalan layang non tol yang khusus untuk TransJakarta ini terbagi dua arah dengan ketinggian bervariasi, antara 18 hingga 23 meter, sesuai dengan letak dan tata ruang kondisi ruas jalan di bawahnya. Jalan layang akan dilengkapi dengan 12 halte Trans Jakarta
Masing-masing paket akan dilengkapi satu-dua halte yang dikerjakan oleh para kontraktor. Adapun kontraktor paket Tendean akan mengerjakan halte Trans TV, kontraktor paket Santa akan mengerjakan halte Rawa Barat, kontraktor paket Taman Puring akan mengerjakan halte Stasiun MRT, dan kontraktor paket Trunojoyo akan mengerjakan halte Tirtayasa.
Sementara untuk pengerjaan dua halte ada di paket Kebayoran Lama (halte Kebayoran Baru dan Taman Puring), paket Seskoal (halte Seskoal dan Carrefour), paket Kostrad (halte Swadarma dan Cipulir), dan paket Adam Malik (halte Kampus Budi Luhur dan JORR W2). (ang/ang)











































