Pemerintah melakukan panen cabai merah keriting di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan, Jawa Timur dengan luas tanam 200 hektar, yang dipanen kali ini hanya seluas 100-150 hektar dengan rata-rata produktivitas 8 ton per hektar.
Dirjen Hortikultura Spudnik Sujono mengatakan, panen cabai menjadi bukti produktivitas cabai untuk masyarakat masih melimpah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Spudnik menyebutkan, masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan gejolak harga cabai yang belakangan ini terjadi, sebab stok cabai di daerah sentra produksi masih banyak untuk memenuhi kebutuhan, baik di daerah sendiri maupun untuk daerah lain seperti Jabodetabek.
"Begitu luas lahan tanam di sini, ini salah satu pendukung suplai cabai keriting," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Aneka Cabai dan Sayuran Buah Agung Sanusi menuturkan, saat ini komoditas cabai sudah memasuki masa panen.
"Sekarang kita panen itu ingin menunjukan bahwa produksi itu ada, dan tersebar di beberapa sentra di Indonesia, khususnya Jawa, sehingga masyarakat tidak usah panik," ungkapnya. (ang/ang)











































