2005, Pertumbuhan Ekonomi Negara OECD Hanya 2,8%
Jumat, 15 Apr 2005 10:51 WIB
Jakarta - Organisasi negara-negara industri maju (OECD/Organization for Economic Cooperation and Development) memperkirakan pertumbuhan ekonomi rata-rata 30 negara anggotanya pada tahun ini hanya 2,8 persen atau lebih rendah dari proyeksi semula yang sebesar 2,9 persen.Penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi negara-negara anggota OECD ini disebabkan oleh belum membaiknya prospek perekonomian AS dan juga adanya revisi target pertumbuhan ekonomi Jepang dan Uni Eropa, demikian dilaporkan AFP, Jumat (15/4/2005).OECD yang berkantor pusat di Paris ini menyebutkan bahwa sebenarnya ekonomi AS masih akan mampu tumbuh 3,8 persen tahun ini dari proyeksi semula 3,3 persen. Namun untuk Jepang pertumbuhannya akan mencapai 1 persen atau lebih rendah dari perkiraan semula 2,1 persen. Sedangkan pertumbuhan Uni Eropa juga diperkirakan turun dari proyeksi awal 1,9 persen menjadi 1,7 persen.Organisasi ini juga memproyeksikan pada tahun 2006, negara-negara anggota OECD akan tumbuh 3 persen lebih rendah dari perkiraan semula yang mencapai 3,1 persen. Pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan 3,4 persen dari proyeksi awal 3,6 persen dan Uni Eropa hanya akan tumbuh 2,4 persen dari perkiraan awal 2,5 persen.Meski demikian, lanjut pejabat OECD, data yang disampaikan kali ini belum merupakan data final karena secara resmi organisasi ini pada 24 Mei mendatang akan melaporkan data finalnya dalam laporan Economic Outlook.Kemarin, organisasi perdagangan dunia (WTO/Word Trade Organization) menyebutkan pada tahun ini pereknomian dunia akan tumbuh 3-3,5 persen atau lebih rendah dari tahun 2004 lalu yang mencatat pertumbuhan 4 persen. Faktor tingginya tingkat suku bunga dan harga minyak dunia telah menekan aktivitas perekonomian dunia tahun ini.Sedangkan IMF dalam laporan bertajuk: Twice-Yearly World Economic Outlook Report, memprediksikan ekonomi dunia akan tumbuh 4,3 persen tahun ini atau lebih rendah dari perkiraan yang dikeluarkan pada tahun 2004 lalu yang sebesar 5,1 persen.Revisi target pertumbuhan ekonomi juga disampaikan oleh Komisi Uni Eropa yang menyebutkan pertumbuhan ekonomi negara-negara Uni Eropa yang beranggotakan 12 negara hanya akan mencapai 1,6 persen dari perkiraan awal 2 persen. Dikatakan revisi dilakukan menyusul tingginya harga minyak dan menguatnya Euro terhadap mata uang dunia lain seperti dolar AS.
(san/)











































