Pembangunan sisi darat melingkupi pembangunan terminal dan fasilitas penunjang lainnya. Sedangkan sisi udara melingkupi runway alias landasan pacu dan sistem navigasi penerbangan.
Pembangunan yang mencakup sisi darat sendiri menjadi tanggungjawab PT BIJB. Sedangkan untuk sisi udara diambil alih oleh Kementerian Perhubungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paket satu realisasinya sudah 64,2029%. Paket dua 19,9467%. Dan paket tiga sudah 35,0432%. Seluruhnya untuk sisi darat 30,0982%" ungkap Virda dalam konferensi pers di lokasi, Majalengka, Senin (13/2/2017).
Adapun tiga kontraktor yang mengerjakannya ialah, PT Adhi Karya Tbk mengerjakan paket pertama yang meliputi pembangunan infrastruktur.
Kemudian PT Wijaya Karya Tbk dan PT Pembangunan Perumahan Tbk mengerjakan paket kedua yang meliputi pembangunan gedung terminal penumpang. Serta PT Waskita Karya Tbk yang mengerjakan paket ketiga, yakni pembangunan gedung penunjang operasional.
Sementara, untuk sisi udara yang menjadi tanggungjawab Kementerian Perhubungan, Virda mengatakan, progresnya diperkirakan telah mencapai sekitar 80%, yang meliputi pembangunan seperti landas pacu atau runway.
"Itu baru satu runway, nanti bakal ditambah satu lagi. Jadi ada dua runway. Tapi itu sisi udara dari Kementerian Perhubungan," tutur dia. (dna/dna)










































