Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 13 Feb 2017 19:39 WIB

Bisnis Laundry Baju dan Sepatu Banjir Order di Musim Hujan

Hendra Kusuma - detikFinance
Ilustrasi Foto: Rengga Sancaya Ilustrasi Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Musim hujan yang belakangan ini mengguyur beberapa daerah di Indonesia, khususnya DKI Jakarta memberikan manfaat tersendiri bagi para pelaku usaha jasa pencucian pakaian (laundry).

Seperti Bicuci Laundry yang membuka jasa cuci pakaian di kawasan Fatmawati ini mengakui semenjak musim penghujan, jumlah kiloan pakaian yang dicuci meningkat dibandingkan musim panas.

"Cuaca sering hujan tentunya menaikan jumlah cucian, kiloan cucian meningkat," kata Lulu kepada detikFinance, Jakarta, Senin (13/2/2017).

Lulu mengungkapkan, sehari-hari pada saat musim panas, jumlah kiloan pakaian yang dicucinya hanya mencapai 60 kg. Untuk musim penghujan, jumlah cucian di tokonya menjadi 80 kg per hari.

"Biasanya cuma 60 kg per hari, saat ini sudah mencapai 80 kg per hari," jelasnya.

Dengan begitu, Lulu mengakui adanya peningkatan omset pada saat musim penghujan seperti sekarang ini. Saat ini, per kg cucian dibanderol Rp 7.500 untuk sekali cuci.

Untuk pelanggan, sampai saat ini masih didominasi pekerja dan ibu rumah tangga. Di mana para pelanggan itu banyak yang mencuci mulai dari kaos, kemeja, hingga celana.

"Iyah jadi rata-rata sekarang 80 kg per hari, tinggal hitung saja dengan Rp 7.500 per kg," jelasnya.

Tidak hanya itu, Muhammad Ridho yang merupakan pelaku usaha jasa pencucian sepatu mengakui jumlah pesanan meningkat pada saat musim penghujan sekarang ini.

"Banyak costumer yang datang untuk minta dicucikan karena basah kehujanan atau kotor akibat air hujan yang mengendap lama di sepatu," kata dia.

Dia menyebutkan, saat musim penghujan ini, bisa menerima dua kali lipat orderan sepatu yang akan dicuci. Biasanya, sehari hanya mencuci 5 sepasang sepatu, pada saat musim penghujan sampai 10 pasang sepatu.

Untuk jenis sepatu, kata Ridho, sampai saat ini masih dominan untuk jenis kanvas suede dan jenis kulit. Untuk harga, dia membanderolnya antara Rp 25.000 sampai Rp 45.000 per 1 pasang sepatu.

Meski mendapatkan banyak orderan, Ridho mengaku masih ada masalah soal pengeringan. Sebab, prosesnya berbeda dengan pengeringan yang dilakukan pada pakaian.

"Sekarang omzet rata-rata Rp 5 juta sampai Rp 8 juta per bulan," kata pria yang bekerja di Potionplus Laundry. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com