Follow detikFinance
Selasa 14 Feb 2017, 12:33 WIB

Bantu UMKM, Semarang Punya Kredit Termurah dengan Bunga 3 Persen

Angling Adhitya Purbaya - detikFinance
Bantu UMKM, Semarang Punya Kredit Termurah dengan Bunga 3 Persen Foto: Dok. Pemkot Semarang
Semarang - Pemerintah Kota Semarang memiliki cara untuk mendongkrak geliat wirausaha di ibu kota Jawa Tengah. Caranya dengan menawarkan kredit dengan bunga terendah se-Indonesia yaitu hanya 3 persen per tahun.

Program kredit tersebut bernama Kredit Wirausaha Bangkit jadi Jawara (Wibawa). Tidak tanggung-tanggung, pinjaman yang ditawarkan mencapai Rp 50 juta untuk setiap UMKM dengan bunga hanya 3 persen per tahun atau 0,25 persen per bulan.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, atau yang akrab disapa Hendi mengatakan bunga kredit tersebut terendah se-Indonesia. Klaim tersebut berdasarkan catatan MURI yaitu rekor bunga terendah di Indonesia yaitu 7 persen per tahun.

"Kredit ini terendah se-Indonesia dengan bunga 3 persen per tahun," kata Hendi, dalam keterangan tertulis, Selasa (14/2/2017).

Hendi menjelaskan, syarat pengajuan sangat mudah yaitu memiliki Kartu Tanda Penduduk domisili Kota Semarang dan memiliki izin UMKM. Pengajuan bisa dilakukan di Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang di gedung Pandanaran.

"Syaratnya mudah, punya KTP Semarang, usaha sudah berjalan 2 tahun, dan memiliki izin usaha mikro kecil. Sudah itu saja," katanya.


Bantu UMKM, Semarang Punya Kredit Termurah dengan Bunga 3 PersenFoto: Dok. Pemkot Semarang


Sayangnya program tersebut ternyata baru 25 UMKM yang memanfaatkannya sejak dilaunching pada 17 Januari 2017 lalu. Padahal dana yang sudah disiapkan untuk kredit yaitu Rp 7,05 miliar.

Oleh sebab itu, Minggu (12/2/2017) Hendi turun langsung melakukan sosialisasi dengan bersepeda bersama istrinya menggunakan sepeda tandem di area Car Free Day taman Menteri Supeno. Ia mendatangi sejumlah pedagang dan menjelaskan soal kredit tersebut.

"Harapannya akan semakin banyak UMKM yang tahu, lalu menyebarkannya ke rekan-rekan pedagang lainnya dan menggunakan fasilitas kredit ini," ucap Hendi.

Hendi menambahkan, dilarang keras ada unsur pungli terkait pengurusan izin para UMKM di kota Semarang. Jika ada indikasi pungli, ia berharap pelaku UMKM bisa lapor kepadanya.

"Kalau ada yang minta bayaran saat mengurus izin, segera lapor ke saya. Saya tindak tegas oknumnya karena mengurus izin itu gratis tinggal bawa KTP dan KK," imbuhnya.

Salah satu pedagang warung penyet, Suparmin (45) mengaku akan memanfaatkan program tersebut karena memang sedang membutuhkan modal tambahan. Ia juga berterimakasih akan adanya sosilasisasi dan bahkan dilakukan langsung oleh pemimpin Kota Semarang.

"Alhamdulillah Pak Wali datang. Saya akan segera mengurus izin dan mengajukan pinjaman. Kebetulan kami sedang butuh tambahan modal untuk usaha penyet," kata Suparmin.

(alg/nwy)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed