Hanif mengungkapkan, salah satu yang dibahas dalam pertemuannya dengan para duta besar tersebut yakni masalah izin tenaga kerja dari Uni Eropa di Indonesia, seperti izin durasi kerja.
"Mengenai soal penggunaan tenaga kerja asing, mereka ingin ada kemudahan-kemudahan dalam pengurusan izin tenaga kerja asing, yang menyangkut durasinya, dalam aturan kita kan setahun saja, mereka minta durasinya jadi 2 tahun, atau agar sekalian panjang 5 tahun atau berapa, itu akan jadi catatan kita," kata Hanif usai pertemuan di kantornya, Jakarta, Selasa (14/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iyah itu salah satu materi yang dibahas (durasi kerja), enggak spesifik, ada permintaan-permintaan, ini negosiasi panjang, tapi setidaknya kita aware apa yang mereka minta, ujar Hanif.
Sementara itu, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guerend, menjelaskan perlu pertemuan lanjutan untuk memulai perundingan-perundingan terkait ketenagakerjaan, baik tenaga kerja Indonesia yang berada di Uni Eropa, maupun sebaliknya.
"Saya katakan kita menaruh perhatian dengan sektor ketenagakerjaan di Indonesia, karena semua tenaga kerja dari negara-negara Eropa di Indonesia ada sekitar 1 juta orang, sangat penting bagaimana pasar tenaga kerja dan pengaturannya," terang Vincent.
"Saya katakan Indonesia dan Uni Eropa sedang negosiasi CEPA di sektor tenaga kerja, secara objektif kita bahas bagaimana izin pengiriman tenaga kerja jasa Indonesia ke Eropa, juga untuk sebaliknya kami mengirim tenaga kerja dari Eropa ke Indonesia," ungkapnya.
Perwakilan yang hadir yakni Dubes Uni Eropa Vincent Guerend, Dubes Rumania Valerica Epure, Dubes Bulgaria Sergey Michev, Dubes Slovakia Michal Slivovic, Dubes Irlandia Kyle Michael O'Sullivan, Dubes Swedia Johanna Brismar Skoog, Dubes Belgia Patrick Herman.
Kemudian Dubes Hungaria Judit Nemeth, Dubes Yunani Georgious Dogorotis, Dubes Italia Vittorio Sandalli, Dubes Jerman Michael Freiherr von Ungern, Dubes Perancis Jean Charles Berthonnet, Dubes Portugal Rui Fernando Sucena do Carmo, dan Dubes Latvia Baiba Braze.
Sementara perwakilan lainnya yakni Charge d'affaires Kedutaan Spanyol Salvador Rueda Rabanal, Charge d'affaires Kedutaan Finlandia Tapani Kivela, Deputy Head of Mission Kedutaan Belanda Ferdinand Lahnstein, Deputy Head of Mission Kedutaan Austria Josko Emrich, Counsellor of Economic and Prosperity Kedutaan Inggris Joe Beeley, First Secretary Ceko Cenek Hajny, dan First Counsellor Uni Eropa Raffaele Quarto. (dna/dna)











































