Presiden Nilai Pertamina, PLN dan Telkom Buruk
Jumat, 15 Apr 2005 13:57 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai performance Pertamina, PLN dan Telkom buruk. Dia juga menyoroti, Garuda Indonesia yang merugi terus. Makanya dia tengah mengkaji agar dari 158 BUMN yang merugi itu direstrukturisasi, dimerger ataupun dilikuidasi.Keprihatinan SBY itu disampaikan dalam sebuah acara, di gedung Lemhanas, Jalan Kebon Sirih Jakarta, Jumat (15/4/2005). SBY berjanji akan mengkaji kinerja 158 BUMN karena dia tidak ingin melihat ada BUMN yang merugi. "Oleh karena kita ingin, bagi saya tidak ada istilah BUMN merugi terus. Masak merugi terus, tidak bisa kalau rugi terus ya sudah dimerger saja, dilikuidasi atau direstrukturisasi," katanyaPresiden menjelaskan dari 158 BUMN memiliki total yang dimiliki negara total assetnya mencapai Rp 1.313 bilyun. "Namun laba bersihnya pada tahun 2004 baru mencapai Rp 25 triliun," tegasnya.Lebih jauh SBY menyatakan, BUMN seperti Pertamina, PLN, Telkom dianggap tidak memiliki performance yang baik. "Pertamina, Telkom dan PLN tumbuh dengan tidak baik," katanya.Bahkan Garuda Indonesia, kata SBY yang memiliki target market yang banyak terus merugi. Presiden mempertanyakan kenapa hal itu bisa terjadi. "Garuda target marketnya kan banyak, tetapi mengapa merugi terus, masak kolaps terus. Kita harus sempurnakan itu," tegasnya.
(mar/)










































