Selama Pilkada Lancar, Investasi Bakal Positif

Selama Pilkada Lancar, Investasi Bakal Positif

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Rabu, 15 Feb 2017 09:00 WIB
Selama Pilkada Lancar, Investasi Bakal Positif
Foto: Ray Jordan/detikcom
Jakarta - Sejumlah investor masih menunggu kepastian dari kebijakan-kebijakan ekonomi kepala daerah yang bakal terpilih di pilkada serentak hari ini. Jalannya pilkada juga menjadi salah satu faktor penentu para investor berinvestasi.

"Selama pilkada ini jalannya tidak ada masalah, lancar-lancar saja, saya rasa masih akan cukup kondusif ke iklim investasi," ungkap Senior Economist Standard Chartered Bank, Aldian Taloputra, kepada detikFinance, Jakarta, Selasa (14/2/2017).

Aldian mengatakan, para investor akan melihat kondisi jangka panjang dalam melakukan investasi. Ia menilai, saat ini potensi investasi di Indonesia masih cukup baik, dengan jalannya pilkada yang masih sesuai jalur atau tidak ada masalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya kalau lancar-lancar saja pemilunya, saya rasa enggak akan ada masalah. Kita lihat kalau investor itu melihatnya jangka panjang, dan kalau kita lihat, potensi dari Indonesia sendiri, tidak hanya Jakarta, masih cukup baik," kata dia.

Sementara, Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA), David Sumual, mengatakan siapapun pasangan calon yang terpilih sebagai kepala daerah nantinya, harus dapat menjaga iklim investasi dengan mendorong perekomian daerahnya. Serta menghilangkan rasa kekhawatiran para investor untuk berinvestasi.

"Siapapun yang terpilih, harus bagaimana mendorong ekonomi ke depannya supaya binis bisa jalan dengan baik. Supaya lancar semua, ketidakpastiannya hilang, sehingga gerak ekonomi lebih kuat ke depannya," kata dia.

Lebih lanjut, Direktur Eksekutif INDEF, Enny Sri Hartati, mengatakan yang terpenting dalam menjaga iklim investasi adalah, menjaga stabilitas proses pilkada serentak di 101 daerah seluruh Indonesia hari ini.

"Kalau investasi ini kuncinya hanya stabilitas, kalau dari efek pilkada. Sejauh ini tidak ada kekhawatiran yang terlalu signifikan oleh para investor," kata dia. (wdl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads