Follow detikFinance
Rabu 15 Feb 2017, 13:30 WIB

Menhub: Proyek LRT Jabodebek Selesai 40% hingga Akhir Tahun

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Menhub: Proyek LRT Jabodebek Selesai 40% hingga Akhir Tahun Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Jakarta - PT Adhi Karya Tbk telah menargetkan progres pengerjaan Light Rail Transi (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) tahap I mencapai 40% di, akhir tahun ini.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, juga mengatakan target 40% di akhir tahun itu bisa tercapai.

"Iya tercapai 40% di akhir tahun," kata Budi, ditemui detikFinance saat pencoblosan Pilkada di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2017).

Ia mengatakan, kontrak kerja telah ditandatangi Kementerian Perhubungan bersama Adhi Karya. Sementara pemerintah tengah mengkaji empat opsi pembiayaan yang akan digunakan pada proyek kereta ringan tersebut.

"Skema pembiayaan kita sesuai dengan rapat koordinasi dengan Pak Menteri Maritim (Luhut Binsar Pandjaitan), dengan Menteri Keuangan (Sri Mulyani) dan Menteri BUMN (Rini Soemarno). Itu ditentukan ada empat kemungkinan pembiayaan," kata dia.




Dengan adanya penandatangan kontrak tersebut, bisa diartikan pula proyek LRT Jabodebek akan selesai dan tidak mangkrak.

"Proyek Pembangunan LRT memiliki jaminan untuk tidak mangkrak setelah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk resmi meneken kontrak pembangunan light rail transit (LRT) Jabodebek. Ini patut diapresiasi. Menhub cepat mengambil kebijakan untuk mengatisipasi agar Proyek LRT tersebut tidak mangkrak," kata Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono.

Proyek LRT ini ditandatangani antara Dirjen Perkeretaapian dan Adhi Karya dengan nilai kontrak Rp 23,3 trilun, termasuk PPN dan di luar bunga selama pendanaan.

Ia menyebut, dengan kontrak tersebut PT Adhi Karya mendapatkan Letter of Goverment Guarantee dari pemerintah Indonesia yang bisa digunakan untuk mencari pendanaan dari luar dan dalam negeri misalnya dengan menerbitkan obligasi seperti yang dilakukan oleh Perusahanan konsorsium swasta Malaysia yang membangun MRT dengan menerbit obligasi dan bond dengan jaminan kontrak dari pemerintah Malaysia.

"Saya rasa dengan langkah yang tepat dan kebijakan yang tepat yang diambil oleh Menhub untuk membuat kontrak kerja dengan PT Adhi Karya, Project LRT akan bisa selesai lebih cepat karena akan mudah bagi Adi Karya untuk mencari pendanaan LRT dari pasar modal dan mengajak investor luar negeri," tandas dia.

Sebagai informasi, Adhi Karya menerima penugasan pengembangan transportasi massal berbasis kereta ringan (Light Rail Transit/LRT) Jabodebek. Proyek milik Kementerian Perhubungan ini sudah dimulai pembangunannya sejak 9 September 2015.

Dalam pembangunan tahap pertama, akan ada tiga rute yang terhubung, yakni Cibubur-Cawang sepanjang 14,5 km, yang saat ini telah mencapai progres 17%, Bekasi Timur-Cawang sepanjang 17,1 km yang saat ini mencapai progres 12%, dan Cawang-Dukuh Atas sepanjang 10,5 km dengan progres saat ini sekitar 2%. (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed