Rupiah Melemah, Aburizal Optimis Ekonomi Tetap Tumbuh

Rupiah Melemah, Aburizal Optimis Ekonomi Tetap Tumbuh

- detikFinance
Jumat, 15 Apr 2005 14:30 WIB
Jakarta - Menko Perekonomian Aburizal Bakrie menegaskan meski ada pelemahan nilai tukar rupiah, pertumbuhan ekonomi akan melampaui target yang diproyeksikan pemerintah sebelumnya.Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Aburizal Bakrie kepada wartawan di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (15/4/2005)."Saya kira pertumbuhan ekonomi akan terus mengalami peningkatan. Untuk tahun ini pertumbuhan ekonomi saya kira akan melampui target 5,5 persen," katanya.Disisi lain, Aburizal mengatakan nilai tukar rupiah yang menyentuh level Rp 9.500 per US$ 1 akan menyebabkan kesulitan bagi importir tetapi nilai tukar yag tinggi akan menyebabkan para eksportir mendapat dana lebih."Nilai tukar rupiah Rp 9.500 per US$ 1 itu terlalu tinggi, kalau Rp 8.000 per US$ 1 juga terlalu rendah. Nilai tukar rupiah mestinya berada diantara besaran itu. Target nilai tukar rupiah Rp 9.000 per US$ 1 itu angka yang benar," katanya.Aburizal mengatakan pemerintah akan berusaha untuk menaikkan laju pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan ekspor. Dengan peningkatan ekspor maka Indonesia akan dapat meningkatkan cadangan devisanya.Pengalihan Yayasan TNISementara itu mengenai rencana pengalihan usaha dari yayasan TNI ke sejumlah BUMN, Aburizal mengatakan pemerintah masih terus mengkaji rencana tersebut. Pihaknya dengan Menhan Juwono Sudarsono akan terus mengkonsolidasikan rencana ini."Kita lihat bagaimana baiknya, dari Menhan apa yang mau dimasukkan. Kita pada prinsipnya tidak menginginkan adanya jaminan atau uang dari pemerintah. Yang pasti hal ini tidak boleh memberatkan keuangan negara," tegasnya. (san/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads