Saluran irigasi yang berhulu di Waduk Kedungombo itu sebelumnya memang mengalami kerusakan cukup parah. Dari luas lahan yang diarinya seluas 37.451 hektar, hanya sekitar 30-40% yang masih berfungsi secara optimal.
Menurut Basuki, total ada 2 pekerjaan perbaikan lainnya selain Kali Klambu, yakni Kali Sedadi, dan Kali Sidorejo. Total ada lahan pengairan sebanyak 64.000 hektar yang diairi ketiga irigasi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbaikan irigasi Kali Klambu telah mencapai 45%. Foto: Muhammad Idris |
Menurut Basuki, saat ini pengerjaan perbaikan irigasi telah mencapai 45%, dan ditargetkan baru bisa rampung seluruhnya pada 2018. Total dana yang dibutuhkan mencapai Rp 1,6 triliun untuk ketiganya.
"Karena banyak yang rusak, sekitar 70% airnya terbuang, tidak optimal karena kehilangan air. Jadi dengan perbaikan ini diharapkan indeks pertanaman bisa meningkat," ujar Basuki.
Secara rinci, irigasi Kali Klambu dikerjakan oleh PT Adhi Karya Tbk yang meliputi perbaikan Bendung Klambu, dan jaringan irigasi utama untuk 37.451 hektar. Semuanya tersebar di Kabupaten Demak, Grobogan, dan Kudus dengan anggaran Rp 802 miliar.
Irigasi kedua yakni saluran irigasi Sidorejo yang berada di Kabupaten Grobogan, dikerjakan oleh PT Waskita Karya Tbk dan PT Hutama Karya Tbk. Total lahan irigasi yang diperbaiki sebanyak 7.978 hektar dengan anggaran Rp 211 miliar.
Irigasi ketiga yaitu Sedadi yang dikerjakan PT Pembangunan Perumahan Tbk. Luas lahan irigasi yang diperbaiki sebanyak 16.055 hektar yang berada di Kabupaten Grobogan. Dengan pekerjaan perbaikan saluran induk dan saluran sekunder. (idr/mkj)












































Perbaikan irigasi Kali Klambu telah mencapai 45%. Foto: Muhammad Idris