Hingga saat ini, progres pembangunan fisik prasarana LRT Palembang sudah mencapai 34%. Kepala Divisi 1 PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Joko Herwanto mengatakan hingga akhir tahun progres pembangunan LRT Palembang bisa rampung 85% hingga akhir 2017.
"Akhir tahun ya jadi sekitar 85% selesai," katanya saat ditemui usai penandatanganan kontrak adendum LRT Palembang di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (16/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi dengan ditandatanganinya kontrak pembangunan hari ini, BUMN konstruksi ini kini memiliki jaminan untuk mencari sumber pembiayaan.
"Ya dengan adanya kontrak ini kan kami sudah ada indikasi yang bisa support proyek ini. Kalau diperlukan (melakukan pinjaman), ya nanti kita cari tambahan lagi," tukasnya.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Prasetyo Boeditjahjono mengatakan, pembayaran LRT Palembang sendiri akan dilakukan secara multiyears. Tahun ini pemerintah mengalokasikan sekitar Rp 2 triliun dari pagu APBN Kementerian Perhubungan. Pelunasan biaya pembangunan LRT Palembang harus dilakukan ketika konstruksinya telah rampung. Jika tidak, pemerintah akan membayar bunga kepada Waskita Karya yang direncanakan sebesar 5%.
"Yang sudah dialokasikan hampir Rp 2 triliun. Tadinya ada Rp 4 triliun disediakan, ternyata karena ada penghematan, jadi dipangkas," tukasnya. (dna/dna)











































