Beri Kuliah Umum di Undip, Sri Mulyani Bicara Keterbukaan Ekonomi

Beri Kuliah Umum di Undip, Sri Mulyani Bicara Keterbukaan Ekonomi

Muhammad Idris - detikFinance
Kamis, 16 Feb 2017 20:32 WIB
Beri Kuliah Umum di Undip, Sri Mulyani Bicara Keterbukaan Ekonomi
Foto: Muhammad Idris/detikFinance
Semarang - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, hari ini meluangkan waktu memberi kuliah umum di depan ribuan mahasiswa dan dosen Universitas Diponegoro (Undip), Semarang.

Dalam kuliah umum yang berjudul 'APBN yang Efektif dan Kredibel untuk Membangun Negeri', Sri Mulyani bicara panjang lebar terkait kondisi ekonomi akhir-akhir ini.

Salah satunya ketakutan masyarakat atas keterbukaan ekonomi. Sri Mulyani mencontohkan, terpilihnya Donald Trump di Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu tak lepas dari jualannya selama kampanye untuk menutup diri dan mengutamakan ekonomi dalam negerinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Amerika Serikat yang notabene negara besar dengan ekonomi terkuat saja bisa memilih Presiden sekelas Donald Trump. Tokoh yang kita katakan sangat tertutup dengan ancaman," ujar Sri Mulyani di Gedung Profesor Soedarto, Kampus Undip, Semarang, Kamis (16/2/2017).

"Karena ada ketakutan ancaman diambil pekerjaan oleh China, pekerjaan diambil Meksiko, terus mobil dikerjakan oleh Jepang. Di negara ekonomi besar dan kuat saja tema ini masih laku, tema di mana ekonomi enggak secure," katanya lagi.

Menurut dia, fenomena yang sama mulai banyak bermunculan di Indonesia dan disikapi berlebihan.

"Kalau kita harus anti, harus curiga, atau khawatir memang bukan tidak normal, ini normal. Persoalannya banyak negara penduduknya ini, ada banyak pilihan policy, takut dan menghindar dengan menutup diri, atau ada yang dibuka, masuk, kemudian dia belajar. Kalau yang ditutup itu dia bayangkan ketakutannya sendiri," ungkap Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani, ketakutan atas ancaman ekonomi luar yang ditanggapi berlebihan ini akan memperburuk keadaan. Sehingga akhirnya membuatnya sulit bersaing secara ekonomi dengan negara yang lebih terbuka.

"Ketakutan yang kita bikin sendiri dan dipelihara akan membuat kita tak bisa keluar dan membuat overcome (solusi). Karena kita merasionalisasi ketakutan kita sendiri," pungkas Sri Mulyani. (idr/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads