Harga Cabai Rawit Mahal, JK: Belum Ada Rencana Impor

Harga Cabai Rawit Mahal, JK: Belum Ada Rencana Impor

Muhammad Taufiqqurahman - detikFinance
Jumat, 17 Feb 2017 16:54 WIB
Harga Cabai Rawit Mahal, JK: Belum Ada Rencana Impor
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Intensitas hujan yang masih tinggi di sejumlah daerah di Indonesia membuat harga cabai rawit merah belum bisa turun hingga pertengahan Februari ini. Curah hujan yang tinggi menghambat produksi dan distribusi sehingga pasokan cabai berkurang.

Demikian disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saat ditemui wartawan di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (17/2/2017).

"Kan semua tahu kalau cabai itu sangat rentan kalau hujan, dan di mana-mana hujan kan, jadi ini faktor alam," kata JK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski harga cabai rawit melambung, pemerintah belum berencana untuk membuka keran impor untuk menstabilkan harga. "Pemerintah sendiri belum berpikir untuk impor," ucap JK.

Kalaupun ada cabai impor, JK memastikan bahwa itu masuk secara ilegal. Tak ada izin impor cabai yang diterbitkan pemerintah.

"Mungkin memang terjadi ada kasus-kasus penyelundupan, Indonesia terlalu banyak pantai, susah. Jadi kalaupun ada masuk (ke pasar) itu pasti bukan impor resmi, tapi dari pantai-pantai yang terbuka ini," tutupnya.

Berdasarkan pantauan detikFinance awal pekan ini, harga cabai rawit merah masih sangat tinggi, di atas Rp 100.000/kg. Bahkan harga cabai rawit merah di Jakarta sempat menyentuh angka Rp 150.000/kg. (mca/mca)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads