Perbankan Belum Dukung Perkapalan dan Pelayaran
Jumat, 15 Apr 2005 19:02 WIB
Jakarta - Perbankan nasional belum memberikan dukungan kepada industri perkapalan dan pelayaran nasional. Akibatnya, hanya 53 persen pelayaran yang dilakukan kapal berbendera Indonesia. 47 persen sisanya dilayani kapal berbendera asing. "Masalahnya adalah perbankan belum mau membiayai pembuatan kapal dalam negeri. Perbankan belum mau membiayai kapal berbendera Indonesia," ujar Menko Perekonomian Aburizal Bakrie usai rakor mengenai pelabuhan di Gedung Depkeu, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (15/4/2005). Selain itu, lanjut Aburizal, terkait kemampuan perusahaan nasional dalam efisiensi dan produktivitas. Hal ini menyebabkan biaya kargo yang dibayar perusahaan perdagangan tidak lebih tinggi karena adanya keharusan menggunakan perusahan nasional.Presiden SBY telah mengeluarkan Inpres 5/2005 mengenai peningkatan kemampuan pelayaran Indonesia. Menteri Perindustrian dan Meteri Perhubungan diinstruksikan segera melakukan koordinasi dengan menteri terkait untuk mengetahui kebutuhan kapal pelayaran dalam negeri. Sementara, Mendiknas diinstruksikan menyiapkan awak kapal untuk keperluan pelayaran. Sedangkan Menteri ESDM diinstruksikan menyiapkan BBM untuk keperluan pelayaran.
(rif/)











































