Hal tersebut tidak lepas dari pengendalian defsit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) di bawah 3% terhadap PDB setiap tahunnya. Untuk 2016 saja, realisasinya mencapai 2,41% terhadap PDB.
"Indonesia di 2017 diperkirakan defisit 2,41% APBN dan rasio utang terhadap PDB 28%," ungkap Sri Mulyani dalam seminar Problem Defisit Anggaran dan Strategi Optimalisasi Penerimaan Negara 2017 di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (20/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertumbuhan ekonomi India sekitar 6,8-7% defisit APBN 7,2%, artinya India hanya dalam waktu tiga tahun kenaikan utangnya 25%, seperti seluruh utang Republik Indonesia," tutur
Hal lain juga terjadi di Yunani, dengan rasio utangnnya mendekati 200% dengan defisit APBN mencapai 4,2% per tahunnya. Sri Mulyani juga menegaskan negara yang lebih kaya dari Indonesia tidak lepas dari utang.
Misalnya, rasio utang Jepang yang mencapai 250% dari PDB. Padahal penduduk Jepang pada umumnya berusia tua yang berarti produktivitasnya semakin berkurang.
"Negara lebih kaya dari Indonesia tidak terlepas dari utang. Jepang lebih dari 245% hampir 250% dari PDB. Kalau penduduk Jepang tua, makin tua masih punya utang. Kalau Indonesia masih muda masih produktif, masih bisa bekerja sehingga ekonomi tumbuh tinggi," tutur Sri Mulyani. (mkj/mkj)











































