Sri Mulyani: Negara Lebih Kaya dari RI Tidak Lepas dari Utang

Sri Mulyani: Negara Lebih Kaya dari RI Tidak Lepas dari Utang

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Senin, 20 Feb 2017 13:28 WIB
Sri Mulyani: Negara Lebih Kaya dari RI Tidak Lepas dari Utang
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di sekitar level 28%. Ini menandakan posisi utang Indonesia masih dalam kategori aman dibandingkan rasio utang negara lain yang lebih tinggi.

Hal tersebut tidak lepas dari pengendalian defsit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) di bawah 3% terhadap PDB setiap tahunnya. Untuk 2016 saja, realisasinya mencapai 2,41% terhadap PDB.

"Indonesia di 2017 diperkirakan defisit 2,41% APBN dan rasio utang terhadap PDB 28%," ungkap Sri Mulyani dalam seminar Problem Defisit Anggaran dan Strategi Optimalisasi Penerimaan Negara 2017 di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (20/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indonesia masih lebih baik dibandingkan India. Rasio utang terhadap PDB di India mencapai 69%. Tentunya agak sedikit mengkhawatirkan meskipun ekonomi India tumbuh 6-7%.

"Pertumbuhan ekonomi India sekitar 6,8-7% defisit APBN 7,2%, artinya India hanya dalam waktu tiga tahun kenaikan utangnya 25%, seperti seluruh utang Republik Indonesia," tutur

Hal lain juga terjadi di Yunani, dengan rasio utangnnya mendekati 200% dengan defisit APBN mencapai 4,2% per tahunnya. Sri Mulyani juga menegaskan negara yang lebih kaya dari Indonesia tidak lepas dari utang.

Misalnya, rasio utang Jepang yang mencapai 250% dari PDB. Padahal penduduk Jepang pada umumnya berusia tua yang berarti produktivitasnya semakin berkurang.

"Negara lebih kaya dari Indonesia tidak terlepas dari utang. Jepang lebih dari 245% hampir 250% dari PDB. Kalau penduduk Jepang tua, makin tua masih punya utang. Kalau Indonesia masih muda masih produktif, masih bisa bekerja sehingga ekonomi tumbuh tinggi," tutur Sri Mulyani. (mkj/mkj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads