Perluas Pasar Ekspor, Jokowi: Masa Pameran Cuma Gitu-gitu Saja

Perluas Pasar Ekspor, Jokowi: Masa Pameran Cuma Gitu-gitu Saja

Bagus Prihantoro Nugroho - detikFinance
Selasa, 21 Feb 2017 14:14 WIB
Perluas Pasar Ekspor, Jokowi: Masa Pameran Cuma Gitu-gitu Saja
Foto: Bagus Prihantoro Nugroho
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat banyak peluang produk Indonesia untuk masuk ke banyak negara selain pasar tradisional seperti Amerika Serikat (AS), Eropa, China dan Jepang. Akan tetapi belum bisa dimanfaatkan dengan baik.

Hal ini diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat Pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan (Kemendag) 2017 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/2/2017).

"Saya tahu, kita juga di sini monoton terus. Negara tidak bisa melakukan penetrasi di pasar baru, kita selalu berkutat pada pasar tradisional, pada pasar lama kita seperti AS, Jepang, Tiongkok, dan Eropa," kata Jokowi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namanya pasar baru, sebetulnya masih sangat besar peluangnya karena kita tidak pernah urus selama berpuluh-puluh tahun," tegasnya.

Memang sudah ada beberapa program yang dijalankan. Akan tetapi tidak banyak hasil didapat karena program tersebut cenderung kuno atau kurang inovasi.

"Pameran juga cuma gitu-gitu saja, tidak pernah ada pembaruan, tidak pernah ada inovasi. Ini yang harus dilakukan terobosan. Bagaimana Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) bisa bernegosiasi, bagaimana ITPC bisa bertransaksi. Kalau aturannya tidak memperbolehkan, bagaimana supaya bisa," paparnya.

Salah satu pasar dengan peluang besar adalah Afrika. Sulit bagi kalangan usaha untuk langsung masuk ke sana, makanya dibutuhkan pemerintah. Potensi pasar Afrika US$ 550 miliar. Sekarang ekspor Indonesia ke Afrika US$ 4,2 miliar.

"Jangan biarkan yang namanya swasta, pelaku usaha, menerobos sendiri. Biayanya terlalu besar. Tidak mungkin. Pasti negara yang lebih dulu hadir. Ada market intelligent yang dilakukan di sana. Negara masuk," terangnya

Selanjutnya adalah kawasan Euroasia dengan potensi US$ 251 miliar, akan tetapi tidak ada ekspor dari Indonesia. Kemudian Timur Tengah, dengan peluang US$ 975 miliar, namun ekspor RI ke sana baru US$ 5,2 miliar. Begitu juga dengan Pakistan, Bangladesh dan Srilanka.

"India tidak pernah sama sekali kita serius di pasar ini. Ada US$ 375 miliar nilai ekspor, ekspor kita baru US$ 10,1 miliar. Banyak komoditas batubara, CPO. Batubara dan CPO banyak ke sana. Produk lainnya tidak pernah diurus," papar Jokowi.

Pameran menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan produk Indonesia di negara lain. Kemendag harus memikirkan upaya agar menjadi lebih efektif.

"Saya minta kalau pameran, dicari tempat yang paling baik. Bayar mahal tidak apa-apa. Tapi cari tempat yang paling strategis, yang paling baik. Jangan cari tempat di dekat toilet. Saya tahu, di situ diskonnya banyak," pungkasnya. (mkj/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads