Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, penunjukan PT KAI sebagai investor masih dalam proses. Sebab kata dia, saat ini masih dilakukan proses perhitungan terkait dengan skema pembiayaan yang akan didanai.
"Belum diputuskan, masih dalam proses. Ini harus dihitung angka yang akurat supaya bagaimana, berapa, dan apa-nya itu ditetapkan secara pasti. Baru nanti dibuat suatu kontrak untuk siap saja itu, baik KAI atau siapa pun itu," ungkap Budi Karya di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (21/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi Karya juga mengatakan, KAI mendapat kesempatan menjadi investor dan ikut dalam proyek itu karena memiliki pengalaman dalam hal perkeretaapian.
"Karena kalau kita melihat perusahaan kereta api yang ada di Jepang contohnya, itu perusahaannya untung dan memiliki margin yang baik. Oleh karenanya, saya pikir, apa yang kita lakukan ini harus juga memberikan kepada perusahaan dalam negeri untuk eksis dan ikut dalam proses-proses itu. Tapi ini kan belum final, kalau saya sih mendukung," kata dia.
Sementara, untuk PT Adhi Karya Tbk yang menjalankan proyek tersebut juga bisa menjadi investor. Ia pun mengatakan, bahwa Adhi Karya bisa bekerja sama dengan KAI untuk menjalankan proyek tersebut.
"Percaya diri kok, Adhi Karya juga bagus. Sama-sama dengan KAI, namanya juga sinergi BUMN," terang Budi Karya.
Hingga saat ini, Budi Karya mengatakan, progres dari proyek LRT Jabodebek sudah terlaksana hingga 14%. Sementara, untuk LRT Palembang telah mencapai 40%.
"LRT Jabodebek itu mungkin sudah 14 % sekarang. Kalau LRT Palembang sudah di atas 40%," tutur dia. (hns/hns)











































