Usulan Proyek Strategis Provinsi Masuk Perpres 3/2016

Usulan Proyek Strategis Provinsi Masuk Perpres 3/2016

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 21 Feb 2017 22:58 WIB
Usulan Proyek Strategis Provinsi Masuk Perpres 3/2016
Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Pemerintah telah menerima beberapa usulan proyek strategis dari pemerintah provinsi Maluku dan pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Usulan tersebut didapatkan pada saat rapat terbatas mengenai evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas di Provinsi Maluku dan Provinsi NTB.

"Proyek strategis nasional itu, Maluku, Trans Maluku ada 7 ruas jalan, beberapa sudah jalan, kemudian ada food estate," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Komplek Istana, Jakarta, Selasa (21/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan yang di NTB, kata Darmin, ada beberapa usulan proyek baru seperti pembangunan jalan. Hanya saja, dia masih enggan mendetilkan ruas jalan yang akan dibangun.

"Yang diminta untuk dikaji lagi jalan dari bandara ke kota," tambahnya.

Mengenai usulan-usulan proyek tersebut, Darmin mengaku akan memasukkannya menjadi proyek strategis nasional yang diatur dalam Perpres Nomor 3 Tahun 2016.

Namun, Darmin belum bisa memastikan, usulan yang telah dilaporkan Pemerintah Provinsi Maluku, dan Pemerintah Provinsi NTB akan masuk masuk seluruhnya atau tidak. Yang pasti, revisi perpres tersebut rampung pada minggu ini.

"Akan naikkan dalam beberapa hari, begitu saya ketemu waktu dengan presiden, bisa jadi minggu ini," jelasnya.

Pada ratas, Provinsi Maluku menawarkan 11 proyek baru, di mana 6 dari proyek tersebut telah ditangani oleh kementerian, dan 5 sisanya baru saja dilaporkan. Proyek tersebut antara lain, jalan Trans Maluku, food estate, flyover Sudirman, pembangunan institut teknologi Ambon, pembangunan rumah sakit umum pusat berbasis maritim, Bandara Banda, Sekolah Tinggi Pelayaran, Pembangunan pasar apung terpadu Mardika Kota Ambon, pembangunan sektor kelautan dan perikanan, pengembangan dok dan galangan kapal, serta pelabuhan perikanan dan container terpadu Waai. (dna/dna)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads