Berbeda dengan PPJT sebelumnya, acara penandatangan 3 ruas jalan tol ini digelar lebih besar di Kementerian Koordinator Perekonomian, dan dihadiri oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.
"Jadi hari ini ada PPJT ruas Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat. Kemudian Serang-Panimbang dan Cisumdawu," kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (22/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan ruas tol Parapat-Tebing Tinggi akan dibangun oleh 3 BUMN, yakni Hutama Karya, Jasa Marga dan Waskita Toll Road. Adapun panjang total ruas ini adalah 143,25 km dengan nilai investasi sebesar Rp 13,45 triliun.
Ketiga jalan tol tersebut akan diberikan izin konsesi selama 40 tahun kepada masing-masing kontraktor.
Selain penandatanganan 3 PPJT, hari ini juga dilakukan penandatanganan fasilitas penjaminan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) terhadap 4 proyek jalan tol. Dua proyek diantaranya, adalah proyek jalan tol yang hari ini ditandatangani PPJT-nya, serta 2 proyek lainnya yang telah diteken PPJT-nya Desember 2016 lalu.
Proyek-proyek jalan tol yang mendapatkan penjaminan tersebut antara lain tol Serang-Panimbang, Cisumdawu, Jakarta-Cikampek II (elevated) dan Krian-Legundi-Bunder-Manyar.
Adapun penjaminan yang diberikan terkait kelangsungan proyek infrastruktur yang bakal dikerjakan. Misalnya bila di masa depan ada pergantian pemerintah dan proyek itu dibatalkan, maka PII akan menjamin dana investasi yang sudah dikeluarkan badan usaha bisa dikembalikan.
Dengan penandatanganan ini, maka badan usaha pemegang konsesi dapat langsung melakukan lelang konstruksi untuk melakukan tahap pekerjaan fisik di masing-masing ruas jalan tol.
"Berarti sekarang semuanya sudah financial closed. Artinya sudah siap untuk pengerjaan di lapangan," tukas Basuki. (dna/dna)










































