Cabai Kering Asal India Beredar di Sidoarjo, Ini Penampakannya

Cabai Kering Asal India Beredar di Sidoarjo, Ini Penampakannya

Suparno Nodhor - detikFinance
Rabu, 22 Feb 2017 10:58 WIB
Cabai Kering Asal India Beredar di Sidoarjo, Ini Penampakannya
Foto: Suparno Nodhor-detikFinance
Sidoarjo - Harga cabai di pasar tradisional di wilayah Sidoarjo sampai saat ini masih terlalu mahal, Cabai kecil lokal super per kilogram kisaran Rp 150 ribu, untuk cabai kecil campur Rp 120 ribu per kilogram dan cabai kecil yang kualitas rendah Rp 70 ribu per kilogram.

Untuk menyiasati harga cabai mahal para pedagang makanan menggunakan cabai dari negara India, Cabai asal India di pasaran dipatok dengan harga Rp 70 ribu per kilogram, cabai asal India lebih panjang dua kali dari cabai lokal dan kondisinya kering.

"Cabai asal dari negara India itu lebih murah, dan panjangnya dua kali dari cabai lokal tapi kering," kata Tutik (63) pedagang prancangan di Pasar Porong, Rabu (22/02/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setiap harinya kami bisa menghabiskan cabai asal India ini sekitar lima hingga enam kilogram, kebanyakan yang membeli itu pedagang makanan dan penjual bakso yang sambalnya sudah jadi.
Penampakan Cabai India yang beredar di SidoarjoPenampakan Cabai India yang beredar di Sidoarjo Foto: Suparno Nodhor-detikFinance

Dari mana pedagang memperoleh Cabai India?

Tutik menerangkan bahwa untuk mendapatkan cabai asal India ini dari pasar Pabean Surabaya, seminggu sekali ke Surabaya untuk membeli cabai tersebut sebanyak 40 sampai 50 kilogram dengan harga Rp 55 per kilogramnya.

"Kami membeli cabai asal India ini dari pasar Pabean Surabaya setiap minggunya sekitar 40 hingga 50 kilogram dengan harga Rp 55 ribu per kilogram," terang Tutik.

Tutik menambahkan, cabai asal India ini murah di banding dengan cabai lokal, namun pembelinya hanya orang-orang penjual makanan seperti bakso, warung nasi yang sambalnya sudah jadi, tapi penjual makan yang sambalnya baru membuat pada saat ada pembeli, tidak menggunakan cabai asal India, dia pakai cabai lokal meskipun harganya mahal.

"Cabai asal India ini diminati oleh pedagang makanan seperti penjual bakso, warung nasi, kalau pedagang yang sambalnya baru membuat pada saat ada pembeli masih menggunakan cabai lokal meskipun mahal dan di pasar Porong hanya kami yang menjual karena mencarinya agak kesulitan," imbuhnya.
Perbandingan Cabai Lokal dan Cabai Kering Asal IndiaPerbandingan Cabai Lokal dan Cabai Kering Asal India Foto: Suparno Nodhor-detikFinance

Sementara itu menurut salah satu penjual bakso keliling M.Muslimin (31) menyatakan untuk menyiasati harga cabai mahal untuk sambal bakso dia membeli cabai asal India karena harganya lebih murah dibanding cabai lokal.

"Karena cabai lokal harganya mahal untuk sambal bakso, kami membeli cabai asal India meskipun cabainya sudah kering tapi pedasnya sama," kata M.Musliman.

Muslimin menjelakan, kalau kami menggunakan cabai lokal yang harganya Rp 150 ribu per kilogramnya tidak mendapat untung apalagi kami ini penjual bakso keliling, dari hasil penjualan ini untuk menghidupi keluarga, jelasnya. (dna/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads