Pembahasan tersebut masuk dalam rapat terbatas hari ini, yang didahului membahas mengenai implementasi pertukaran informasi otomatis (automatic exchange of information/AEOI) di bidang jasa keuangan dan perpajakan.
"Agenda yang kedua persiapan pertemuan tahunan IMF-World bank yang juga akan diselenggarakan tahun 2018," kata Jokowi dalam pembukaan ratas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (22/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Agar pertemuan ini digunakan juga sebagai momentum untuk menunjukkan pada dunia tentang kondisi perekonomian dunia yang perekonomian Indonesia bisa tumbuh dengan baik di tengah melambatnya perekonomian dunia, perekonomian global," kata Jokowi.
Tidak hanya itu, Jokowi juga meminta kepada jajaran menteri kabinet kerja untuk memanfaatkan acara pertemuan IMF-World Bank 2018 sebagai upaya mempromosikan sektor-sektor investasi di Indonesia.
"Kita gunakan untuk kemajuan-kemajuan yang telah kita capai sekaligus ajang promosi investasi pariwisata," ungkapnya. (mkj/mkj)











































