Perdagangan RI Surplus di 2016, Sri Mulyani: Jangan Senang Dulu

Perdagangan RI Surplus di 2016, Sri Mulyani: Jangan Senang Dulu

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 22 Feb 2017 20:27 WIB
Perdagangan RI Surplus di 2016, Sri Mulyani: Jangan Senang Dulu
Foto: Danang Sugianto
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hari ini dengan memberikan pidato dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Perdagangan 2017. Dalam pidatonya Sri Mulyani menjabarkan tentang kondisi perekonomian terkini.

Salah satu topik yang diangkat dalam pidatonya dan berhubungan Kementerian Perdagangan yakni terkait neraca perdagangan. Dirinya mengapresiasi catatan neraca perdagangan yang tumbuh positif pada 2016.

"Indonesia mencapai surplus meningkat, ini menjadi engine growth," tuturnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (22/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tercatat sepanjang 2016, nilai ekspor Indonesia sebesar US$ 144,43 miliar dan impor US$ 135,65 miliar. Dengan begitu neraca perdagangan tercatat surplus US$ 8,78 miliar. Catatan surplus tersebut meningkat 14,5% dibandingkan 2015 sebesar US$ 7,67 miliar.

Namun Sri Mulyani mengingatkan, surplusnya neraca perdagangan tersebut bukan berarti perdagangan di Indonesia dalam kondisi yang baik. Sebab neraca perdagangan terjadi surplus lantaran penurunan angka impor jauh lebih rendah dibandingkan dengan nilai ekspor.

"Kelihatannya surplus tapi komponennya karena ekspor walaupun negatif, tapi impornya lebih dalam. Jadi jangan bersenang-senang dulu, karena positifnya belum menunjukan ekonomi yang normal," tukasnya.

Tercatat nilai impor pada 2016 tersebut turun 4,94% dari tahun sebelumnya sebesar US$ 142,7 miliar. Penurunan tersebut lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya sebesar 3,95%. Sementara ekspor turun dari US$ 150,4 miliar di 2015 menjadi US$ 144,43 miliar di 2016.

"Oleh karena itu kalau Kementerian Perdagangan bilang neraca perdagangan bagus, enggak boleh gembira. Karena dua-duanya kontraksi," tukasnya. (mkj/mkj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads