Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya, Suradi, mengatakan jalan tol ini ditargetkan rampung dan bisa beroperasi pada 2019 mendatang.
"Target, tahun 2019 itu sudah rampung. Sudah operasi di 2019," kata Suradi kepada detikFinance, Kamis (23/2/2107).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada empat wilayah yang akan dilewati tol ini, yaitu Kota Serang, Kabupaten Serang, Lebak, dan Pandeglang. Kebutuhan lahan untuk jalan tol tersebut mencapai 785 hektar yang melalui 50 desa dan kelurahan, 14 kecamatan dan 4 kabupaten dan kota.
Kehadiran tol ini diharapkan bisa meningkatkan aksesibilitas Banten selatan dan mendukung perekonomian di KEK Tanjung Lesung serta menunjang percepatan perluasan pembangunan ekonomi nasional. Tanjung Lesung merupakan salah satu dari 10 kawasan wisata prioritas yang akan dipercepat pengembangannya oleh pemerintah.
"Jadi itu nanti dari Serang bisa sambung ke Panimbang. Dari situ ke tanjung lesung sudah dekat. Jadi nanti bisa tersambung toll to toll," tandas dia. (dna/hns)











































