Begini Jurus Kementan Agar Gabah Petani Bisa Terserap Maksimal

Begini Jurus Kementan Agar Gabah Petani Bisa Terserap Maksimal

Yulida Medistiara - detikFinance
Kamis, 23 Feb 2017 18:23 WIB
Begini Jurus Kementan Agar Gabah Petani Bisa Terserap Maksimal
Foto: Eko Sudjarwo
Jakarta - Harga gabah di tingkat petani turun karena produksi yang melimpah dan cuaca hujan sehingga kualitas kadar airnya tinggi. Untuk itu, Kementerian Pertanian menugaskan Bulog menyerap gabah petani, supaya tidak merugi.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Sumarjo Gatot Irianto mengargetkan ada 4 juta ton gabah setara beras untuk diserap Bulog. Nanti, Bulog yang ditugaskan untuk membeli gabah ditingkat petani sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 3700/kg.

"Caranya datang ke petani sekarang harganya lagi jatuh. Datangi, bayar, bawa uang angkut keringkan," ujar pria yang akrab disapa Gatot, di Kementan, Jakarta Selatan, Kamis (23/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah dibeli, gabah tersebut akan dikeringkan memakai alat pengering Bulog maupun alat pengering bantuan dari Kementan, nanti Babinsa TNI juga akan membantu mengawasi pemakaian alat pengering tersebut.

Saat ini Bulog memiliki 50 unit mesin pengering, ia menyebut jika ada kekurangan nantinya Bulog akan bermitra dengan swasta atau pihak lain untuk mengeringkan gabah tersebut. Tingginya produksi beras dan cuaca hujan membuat harga gabah turun, menurutnya ini karena mesin pengering yang belum siap.

"Sebenarnya kita kaget saja produksinya tinggi. Kalau hujan kan produksinya banyak sehingga kemampuan mengeringkan terbatas, kaget kita makanya digerakkan lebih cepat karena gabah yang sudah dikeringkan harganya tidak anjlok," ujarnya.

Ia menyebut peran tengkulak yang membeli gabah ditingkat petani dengan harga rendah saat ini masih ada, oleh karena itu akan diawasi oleh Babinsa yang tersebar sebanyak 56.000 orang. Nantinya jika Bulog sudah aktif maka petani lebih tertarik menjual gabah ke Bulog.

"Justru tengkulak menekan harganya jadi lebih rendah lagi makanya kita harus turun. Saya kira kalau Bulog sudah aktif lebih kencang petani sudah menuju (jual) di Bulog," ujarnya.

Nantinya, gabah yang sudah dibeli dan dikeringkan akan diproses menjadi beras atau disimpan di gudang Bulog dalam bentuk gabah jika berkualitas bagus. Saat ini jumlah gudang Bulog ada 1.575 unit

"Setelah dikeringkan bisa di proses jadi beras, kalau gabahnya baik nanti nunggu digiling ketika diperlukan," ujarnya.

Nantinya tim Serap Gabah Petani (Sergap) yang terdiri dari jajaran Bulog, Kementan, dan TNI akan melaporkan ke Kementan setiap hari berapa gabah yang diserap paling lambat pukul 19.00. Nantinya penyerapan tersebut akan dievaluasi setiap mingguan dan bulanan. (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads